Setiap dari kita pasti pernah mengalami masa lalu yang
sangat tidak mengenakkan, atau bisa dalam artian menyakitkan. Entah itu
ditinggal orang tua tercinta atau anggota keluarga tercinta, dibuly orang,
bisnis bangkrut, di-PHK atau diberhentikan kerja, hubungan cinta yang kandas,
dikhianati teman, dan lain-lain.
Adakalanya masa itu sangat menyakitkan dan sangat sulit diatasi.
Kita tenggelam dalam kekalutan, keruwetan dan kegelisahan, bahkan memakan waktu
beberapa tahun.
Lalu mengapa hal ini bisa terjadi. Menurut David R. Hawkins,
dalam bukunya “Letting Go”, bahwa mengapa masa lalu yang menyakitkan itu sulit
sembuh dan memakan waktu yang lama, dikarenakan kita tidak mau melepaskannya. Seandainya
saja kita melepaskan peristiwa yang membuat kita sakit, maka akan lebih mudah
kita terlepas dari jeratan sakit ini.
Melepaskan yang dimaksud DR. Hawkins adalah, merelakan, atau
memasrahkan dan membiarkan hal itu terjadi kepada kita tanpa memodifikasi hal
itu dan memaksakan menjadi sesuatu yang kita inginkan. Biarkan saja itu
terjadi, dan kita hanya mengamati tanpa memodifikasi. Ketika kita melepaskannya,
maka akan lebih cepat pula penyembuhan itu, dan bahkan kita akan lebih kuat
dari sebelumnya. Alih-alih kita bertanya kepada diri, “Mengapa ini semua bisa
terjadi pada saya, apa salah saya?”, kita lebih baik menanyakan, “Apa yang
dapat saya pelajari dari ini semua?”
Dengan kita menanyakan hal ini kepada diri sendiri, ini akan
membuat kita lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih mengerti akan memaknai hidup,
dan melangkah lebih maju lagi menuju keberhasilan dan kebahagiaan.
Salah satu contoh misalnya, ketika kita enak-enak dan nyaman
bekerja di perusahaan dan sudah bertahun-tahun, tiba-tiba saja kita di-PHK
dengan alasan dari pihak perusahaan, bahwa perusahaan sedang mengalami krisis
keuangan misalnya. Bukan hanya itu, kita hanya dikasih uang PHK untuk bertahan
satu-dua bulan. Maka kita sangat sakit dibuatnya. Dalam batin kita berontak,
kita melakukan perlawanan. Kita tidak rela hal itu terjadi pada kita. Alih-alih
mengatakan, “Mengapa saya di-PHK? Mengapa hidup saya begini?”, cobalah katakan,
“Apa yang dapat saya ambil pelajaran dari ini semua?” pertanyakan terus hal ini
kepada batin Anda.
Pertanyaan ini sangat memberdayakan sehinggalah kita menemukan
jawaban, “Oh, sepertinya aku akan menemukan pekerjaan yang jauh lebih layak
dari yang kemarin. Kemarin aku bekerja memakai sistem shift malam dan siang
bergantian, itu sangat mengganggu kesehatanku. Mungkin Tuhan akan menempatkan aku
pada pekerjaan yang bagus buat kesehatanku dan keluargaku, atau mungkin Tuhan akan
menemukan padaku peluang berwirausaha sehingga aku menjadi seorang pebisnis
yang sukses.”
Hal ini pernah terjadi kepada saya. Saya adalah seorang
berkelulusan Perguruan Tinggi Negeri, namun bertahun-tahun lamanya tidak mendapat
pekerjaan di perusahaan. Tentunya stres, malu kepada keluarga di kampung,
minder dengan teman-teman yang sudah pada maju. Melamar pekerjaan selalu saja ditolak.
Saya mengakuinya karena IPK saya memang di bawah rata-rata. Dengan keadaan itu
untuk bertahan hidup, saya bekerja serabutan apa saja yang bisa menghasilkan
uang sekedar untuk makan. Sampai saya menikah dan punya anak kehidupan saya masih
belum berubah. Hingga pada akhirnya saya banyak memiliki relasi teman-teman kuliah
dulu, dan dari sana saya mendapatkan peluang pekerjaan dan akhirnya sekarang
saya punya perusahaan yang walaupun kecil hanya ada beberapa karyawan saja,
kehidupan saat ini sangat jauh lebih baik ketika saya bekerja serabutan dahulu.
Kembali kepada penyembuhan masa lalu yang suram, bahwa
menurut DR. Hawkins, semua itu bisa disembuhkan dengan cara melepaskan, merelakan,
membiarkan hal itu terjadi tanpa ada sedikitpun perlawanan. Semakin kita
melawan, misalnya tidak rela kita di-PHK, atau diputus pasangan, semakin sakit
dan lama penyembuhan terjadi. Lepaskan..lepaskan... dan lepaskan...
Anda bukan perasaan Anda, Anda bukan pikiran Anda. Ketika perasaan
sakit atau tersakiti itu muncul, menurut DR. Hawkins, akan menimbulkan ribuan
bahkan jutaan pikiran. Satu perasaan bisa menghasilkan jutaan pikiran dalam
benak kita. Inilah yang membuat perasaan sakit, lahir jutaan pikiran-pikiran
negatif. Jadi untuk menanganinya fokus pada perasaan itu sendiri. Dan kemudian
lepaskan, dan jangan dimodifikasi. Perasaan sakit... ya biarkan saja Anda sakit,
jangan melawan. Sekali lagi Anda bukan perasaan dan pikiran Anda. Biarkan perasaan
dan pikiran itu dan Anda cukup mengamati semua itu. Dan membiarkan mereka pergi
berlalu begitu saja. Ini akan sangat lebih mudah sakit itu sembuh.
Salah satu membiarkan perasaan dan pikiran negatif yang
muncul itu adalah dengan mengalihkan ke perasaan dan pikiran kepada sesuatu hal
yang lain dan lakukan terus menerus setiap perasaan dan pikiran itu datang. Mengalihkan
itu bukan melawan atau tidak terima, namun lebih ke arah mengalihkan fokus
kepada sesuatu hal yang membuat Anda lebih baik. Alih-alih Anda merasa tertekan
dengan PHK, alihkan dengan merasakan senangnya bila berwirausaha walaupun memulai
dengan hal kecil, waktu tidak diatur-atur, kita lebih bebas dan santai, kita
menjadi direktur usaha kita sendiri.
Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.







0 komentar:
Posting Komentar