Blog Pengembangan Diri

13 Juni 2025

MENYEMBUHKAN MASA LALU

 


Setiap dari kita pasti pernah mengalami masa lalu yang sangat tidak mengenakkan, atau bisa dalam artian menyakitkan. Entah itu ditinggal orang tua tercinta atau anggota keluarga tercinta, dibuly orang, bisnis bangkrut, di-PHK atau diberhentikan kerja, hubungan cinta yang kandas, dikhianati teman, dan lain-lain.

Adakalanya masa itu sangat menyakitkan dan sangat sulit diatasi. Kita tenggelam dalam kekalutan, keruwetan dan kegelisahan, bahkan memakan waktu beberapa tahun.

Lalu mengapa hal ini bisa terjadi. Menurut David R. Hawkins, dalam bukunya “Letting Go”, bahwa mengapa masa lalu yang menyakitkan itu sulit sembuh dan memakan waktu yang lama, dikarenakan kita tidak mau melepaskannya. Seandainya saja kita melepaskan peristiwa yang membuat kita sakit, maka akan lebih mudah kita terlepas dari jeratan sakit ini.

Melepaskan yang dimaksud DR. Hawkins adalah, merelakan, atau memasrahkan dan membiarkan hal itu terjadi kepada kita tanpa memodifikasi hal itu dan memaksakan menjadi sesuatu yang kita inginkan. Biarkan saja itu terjadi, dan kita hanya mengamati tanpa memodifikasi. Ketika kita melepaskannya, maka akan lebih cepat pula penyembuhan itu, dan bahkan kita akan lebih kuat dari sebelumnya. Alih-alih kita bertanya kepada diri, “Mengapa ini semua bisa terjadi pada saya, apa salah saya?”, kita lebih baik menanyakan, “Apa yang dapat saya pelajari dari ini semua?”

Dengan kita menanyakan hal ini kepada diri sendiri, ini akan membuat kita lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih mengerti akan memaknai hidup, dan melangkah lebih maju lagi menuju keberhasilan dan kebahagiaan.

Salah satu contoh misalnya, ketika kita enak-enak dan nyaman bekerja di perusahaan dan sudah bertahun-tahun, tiba-tiba saja kita di-PHK dengan alasan dari pihak perusahaan, bahwa perusahaan sedang mengalami krisis keuangan misalnya. Bukan hanya itu, kita hanya dikasih uang PHK untuk bertahan satu-dua bulan. Maka kita sangat sakit dibuatnya. Dalam batin kita berontak, kita melakukan perlawanan. Kita tidak rela hal itu terjadi pada kita. Alih-alih mengatakan, “Mengapa saya di-PHK? Mengapa hidup saya begini?”, cobalah katakan, “Apa yang dapat saya ambil pelajaran dari ini semua?” pertanyakan terus hal ini kepada batin Anda.

Pertanyaan ini sangat memberdayakan sehinggalah kita menemukan jawaban, “Oh, sepertinya aku akan menemukan pekerjaan yang jauh lebih layak dari yang kemarin. Kemarin aku bekerja memakai sistem shift malam dan siang bergantian, itu sangat mengganggu kesehatanku. Mungkin Tuhan akan menempatkan aku pada pekerjaan yang bagus buat kesehatanku dan keluargaku, atau mungkin Tuhan akan menemukan padaku peluang berwirausaha sehingga aku menjadi seorang pebisnis yang sukses.”

Hal ini pernah terjadi kepada saya. Saya adalah seorang berkelulusan Perguruan Tinggi Negeri, namun bertahun-tahun lamanya tidak mendapat pekerjaan di perusahaan. Tentunya stres, malu kepada keluarga di kampung, minder dengan teman-teman yang sudah pada maju. Melamar pekerjaan selalu saja ditolak. Saya mengakuinya karena IPK saya memang di bawah rata-rata. Dengan keadaan itu untuk bertahan hidup, saya bekerja serabutan apa saja yang bisa menghasilkan uang sekedar untuk makan. Sampai saya menikah dan punya anak kehidupan saya masih belum berubah. Hingga pada akhirnya saya banyak memiliki relasi teman-teman kuliah dulu, dan dari sana saya mendapatkan peluang pekerjaan dan akhirnya sekarang saya punya perusahaan yang walaupun kecil hanya ada beberapa karyawan saja, kehidupan saat ini sangat jauh lebih baik ketika saya bekerja serabutan dahulu.

Kembali kepada penyembuhan masa lalu yang suram, bahwa menurut DR. Hawkins, semua itu bisa disembuhkan dengan cara melepaskan, merelakan, membiarkan hal itu terjadi tanpa ada sedikitpun perlawanan. Semakin kita melawan, misalnya tidak rela kita di-PHK, atau diputus pasangan, semakin sakit dan lama penyembuhan terjadi. Lepaskan..lepaskan... dan lepaskan...

Anda bukan perasaan Anda, Anda bukan pikiran Anda. Ketika perasaan sakit atau tersakiti itu muncul, menurut DR. Hawkins, akan menimbulkan ribuan bahkan jutaan pikiran. Satu perasaan bisa menghasilkan jutaan pikiran dalam benak kita. Inilah yang membuat perasaan sakit, lahir jutaan pikiran-pikiran negatif. Jadi untuk menanganinya fokus pada perasaan itu sendiri. Dan kemudian lepaskan, dan jangan dimodifikasi. Perasaan sakit... ya biarkan saja Anda sakit, jangan melawan. Sekali lagi Anda bukan perasaan dan pikiran Anda. Biarkan perasaan dan pikiran itu dan Anda cukup mengamati semua itu. Dan membiarkan mereka pergi berlalu begitu saja. Ini akan sangat lebih mudah sakit itu sembuh.

Salah satu membiarkan perasaan dan pikiran negatif yang muncul itu adalah dengan mengalihkan ke perasaan dan pikiran kepada sesuatu hal yang lain dan lakukan terus menerus setiap perasaan dan pikiran itu datang. Mengalihkan itu bukan melawan atau tidak terima, namun lebih ke arah mengalihkan fokus kepada sesuatu hal yang membuat Anda lebih baik. Alih-alih Anda merasa tertekan dengan PHK, alihkan dengan merasakan senangnya bila berwirausaha walaupun memulai dengan hal kecil, waktu tidak diatur-atur, kita lebih bebas dan santai, kita menjadi direktur usaha kita sendiri.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.

 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Pengunjung

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.