MENGUBAH MIMPI MENJADI KENYATAAN
Apakah Anda punya mimpi yang belum terwujud? Ataukah Anda
sudah punya mimpi yang sudah terwujud dan ingin mewujudkan mimpi lainnya? Atau malah
Anda tidak punya mimpi sama sekali.
Mimpi memang bisa mengubah cara hidup seseorang. Orang yang
punya mimpi cenderung melakukan bagaimana caranya agar mimpi itu terwujud. Hampir
rata-rata orang-orang sukses di dunia awalnya bukanlah seorang yang berada. Kebanyakan
mereka terlahir di keluarga yang miskin atau biasa-biasa saja. Tetapi karena
mereka punya mimpi besar, mimpi itu mendorong mereka untuk bisa mewujudkannya
menjadi kenyataan.
Apa bedanya Mimpi dan Berkhayal ?
Lalu apa bedanya mimpi dan berkhayal? Mimpi yang saya maksud
di sini bukan mimpi ketika kita tertidur. Tapi mimpi yang saya maksud adalah
keinginan terdalam yang sangat ingin terwujud di kehidupan kita, dan kita menyelaraskan
segala pikiran, perasaan dan tindakan kita sesuai visi mimpi dengan keyakinan
penuh. Sedangkan berkhayal adalah melamun sesuatu yang sangat kita inginkan
tanpa kita berusaha untuk meraihnya, dan bahkan tidak yakin dengan lamunannya.
Bagaimanakah agar mimpi itu menjadi kenyataan?
Saya akan menguraikan ini berdasarkan pengalaman pribadi dan
berdasarkan berbagai sumber yang saya baca, baik dari membaca buku dan seminar
yang saya ikuti. Pastinya kita punya lebih dari satu mimpi. Sekarang pastikan
dulu satu mimpi yang menurut Anda saat ini benar-benar sangat penting bagi
hidup Anda.
Berikut ini merupakan panduan bagaimana mimpi itu menjadi terwujud
di kehidupan Anda.
a. Tentukan Mimpi Anda secara spesifik
Tentukan mimpi Anda terlebih dahulu secara spesifik dan
jelas. Misalnya Anda ingin punya mobil. Anda tidak bisa hanya menentukan "punya
mobil". Harus jelas! Mobil baru atau bekas, Mereknya apa, jenis mobil apa dan warna
apa, tipe nya seperti apa, manual atau matic, dan lain-lain.
Bila mimpi kita tidak jelas, misal hanya "mobil baru". Maka bila
mimpi itu menjadi kenyataan, mobil baru nya akan acak dan mungkin tidak sesuai
dengan yang benar-benar Anda inginkan. Sebagai contoh sewaktu mobil tua saya
dijual (sebuah mobi tua Daihatsu Zebra seharga belasan juta rupiah), untuk
pelatihan kerja, suatu saat saya ingin punya mobil baru yang tidak
mogok-mogokkan seperti mobil tua itu. Selang beberapa tahun memang saya punya
mobil baru, tapi saya mendapatkannya dengan jenis acak.
Waktu itu mimpi saya menjadi nyata. Saya membeli mobil baru, Honda Mobilio tahun 2016. Mobil itu
memang jauh lebih nyaman ketimbang mobil tua, namun seiring waktu, saya tidak
suka dengan mobil itu karena suaranya di dalam sangat berisik ketika dilaju
dengan kecepatan walau hanya 70 km/jam dan juga suspensinya keras.
Setelah mobil itu lunas dan saya jual untuk menambah
kekurangan beli tanah, saya punya mimpi untuk memiliki Mobil baru. Kali ini mimpi
saya sangat spesifik yaitu; Suzuki XL-7 Manual Tipe Alpha (tertinggi) berwarna
Coklat Metalik. Sekitar dua tahun setelah Honda Mobilio saya terjual, saya
benar-benar punya Suzuki Xl 7 dengan spesifikasi yang benar-benar persis. Bahkan
saya sampai lupa bahwa saya bermimpi sebelumnya tentang mobil ini. Waktu saya
mau membeli mobil ini, saya hanya ditawari 2 pilihan warna, karena akhir tahun,
untuk tipe tersebut tinggal 2 warna yaitu Coklat Metalik dan Putih, untuk tipe
manual. Saya memilih warna putih.
Saya lupa bahwa mimpi saya bukan warna putih. Sekitar keesokan
harinya Sales memberitahu bahwa yang putih sudah diambil orang. Jadi hanya
tinggal yang warna coklat metalik. Akhirnya ya sudah saya ambil warna tersebut.
Kemudian saya teringat bahwa dulu saya bermimpinya memang berwarna coklat,
seolah warna ini sudah terpesan ke alam dan tidak bisa diubah lagi ketika
waktunya dan seolah alam tidak mau membatalkannya karena sudah di depan mata. Dan
saya tentunya sangat senang dengan warna ini karena belakangan malah ada yang
memberitahu yang warna putih harus sangat rajin membersihkan karena sangat
mudah terlihat kotor.
Di waktu lain saya punya mimpi punya Motor Benelli, namun
saya punya dua pilihan tipe, yaitu Motobi 200 CC dan Motobi 150 CC Cafe Racer. Saya
selalu bingung menentukan mana yang saya inginkan dari kedua itu. Hingga pada
akhirnya mimpi itu menjadi kenyataan, awalnya saya ke dealer mau membeli yang
Cafe Racernya, entah kenapa setelah di dealer berubah jadi mengambil Motobi 200
cc Moge-nya Benelli. Saya agak sedikit kurang nyaman memakainya karena di jalan
orang sering memperhatikan motor saya.
Inilah pentingnya mimpi yang benar-benar jelas dan detail. Bila
samar, alam bawah sadar kita juga jadi bingung, dan akan mewujudkan kepada kita
secara acak.
b. Jangan Ceritakan Mimpi Itu Kepada Siapa Pun
Ini adalah faktor yang sangat penting. Kehebohan akan membocorkan energi mimpi Anda. Ibarat Anda meniup balon, namun bocor di mana-mana hingga balon itu tidak pernah menjadi besar. Mimpi Anda adalah energi, jangan biarkan bocor. Jangan biarkan Anda sibuk pamer kepada orang lain. Pamer barang yang belum di tangan Anda. Saya sendiri sering mengalami hal ini. Di waktu tahap awal saya membeli Suzuki Xl 7, saya sibuk bicara ke mana-mana, ya.. heboh. Karena ada uang di tangan. Tapi kenyataannya tidak langsung terjadi, dilalahnya ada saja kebutuhan mendesak, bangun rumahlah, bayar hutanglah, ini itu lah. Padahal sales sudah bolak balik kegirangan ke rumah saya dan sudah buat SPK. Eh tiba tiba semuanya bubar... Setelah itu saya memilih diam. Saya tidak banyak bicara pada siapa pun. Bahkan saya sudah melupakan mimpi itu. Saya sudah menyerahkan semuanya. Baru sekitar delapan bulan setelah itu mimpi saya punya Suzuki XL 7 degan spesifikasi yang saya inginkan, benar-benar terwujud.
Pernah juga saya punya mimpi, punya sebuah wahana di samping
lahan saya untuk keperluan bisnis saya. Saya heboh ke sana kemari, sibuk memberitahu
kepada orang lain akan rencana saya. Apa yang terjadi? Tanah itu pada akhirnya dibeli
orang lain...Gagal....
Saya akan membahas poin ini di artikel lain dengan lebih
luas.
c. Yakin Dengan Mimpi Anda
Ini adalah faktor yang sangat utama. Tiada mimpi yang akan
terwujud tanpa Anda yakin. Bila Anda ragu-ragu, mimpi itu akan menjauh dan
seolah Anda memancarkan energi negatif ke alam semesta. Anda berkata, “Ah tidak
mungkin mimpi itu menjadi kenyataan. Aku ini siapa..?” Pernyataan ini memblok
mimpi Anda sendiri untuk terwujud. Anda sendiri yang membatalkan mimpi Anda.
d. Bayangkan Anda seolah sudah mengalami mimpi itu
Luangkan waktu untuk membayangkan impianmu, lebih bagusnya
waktu itu adalah ketika akan tidur dan setelah bangun tidur. Pejamkan mata
sesaat. Misalnya Anda ingin mobil impian Anda, rasakan Anda berada di mobil
itu, rasakan Anda menyetir mobil itu dan mendengarkan musik itu. Tehnik ini
memberi jalur saraf di otak, dan semesta akan membuat serangkaian kejadian mewujudkan
mimpi itu menjadi kenyataan.
e. Selaraskan Pikiran, Emosi (Perasaan), dan Tindakan dengan Mimpimu
Anda harus menyelaraskan pikiran, emosi dan tindakan dengan
mimpi Anda. Jangan Anda bermimpi, tapi Anda selalu dihantui pikiran, bagaimana kalau
itu tidak nyata, ah aku tidak layak, ah begini dan begitu nanti, ah masa iya? Bila
Anda tidak selaras maka mimpi Anda hanyalah menjadi khayalan semata.
f. Lepaskan Keterikatan - Pasrahkan!
Melepaskan keterikatan yang dimaksud adalah jangan terlalu
ngarep, jangan menggebu-gebu. Karena melepaskan, artinya Anda sudah menyerahkan
sepenuhnya kepada Tuhan. Anda sudah menganggap mimpi itu pasti terwujud, dan
merasakan Anda berada di keadaan mimpi itu.
Setelah Anda punya mimpi dan menyelaraskan pikiran, perasaan,
dan tindakan ke arah mimpi itu, lepaskanlah. “Letting Go...” “Serahkan...”,
kata Dr Hawkins dalam judul bukunya “Letting Go”.
Sedikit menceritakan pengalaman saya. Di tahun 2018, saya diundang
ke kantor Perusahaan baru teman saya di Jakarta untuk membicarakan sesuatu. Kemudian
saya melihat meja dan kursi direktur terpampang di sana. Dan saya meminta izin
untuk duduk di sana. Dan kemudian saya duduk. Saya bilang dalam hati, beginikah rasanya menjadi
Direktur?. Ya, memang saya sangat ingin menjadi direktur dari dulu. Saya
meminta kepada teman saya agar saya di foto. Dan foto itu saya pasang di
instagram saya. Saya tidak heboh ke mana-mana. Cukup di simpan di dalam saja
karena jujur saya malu.
Saya sudah menyerahkan mimpi saya itu dan bahkan sudah
melupakannya. Sekitar empat tahun kemudian saya benar-benar menjadi seorang
direktur. Ya.. tentunya Direktur untuk perusahaan saya sendiri. Mimpi menjadi
Direktur menjadi kenyataan. Saya tidak perlu bekerja terlalu keras untuk itu.
Semesta seolah merancang serangkaian banyak peristiwa sehinggalah saya menjadi
seorang direktur, walaupun hanya perusahaan kecil. Tidak masalah.







0 komentar:
Posting Komentar