Blog Pengembangan Diri

12 Juni 2025

HUKUM ASUMSI NEFILLE GODDARD

“KETIKA KITA BERULANG KALI MEMBAYANGKAN HIDUP KITA SEOLAH OLAH KEINGINAN KITA TELAH TERWUJUD, PIKIRAN BAWAH SADAR KITA TIDAK PUNYA PILIHAN SELAIN MENGANGGAP KEINGINAN ITU SEBAGAI SEBUAH KEBENARAN..”


"Anda harus menganggap kehidupan ideal yang Anda inginkan di masa depan, sebagai fakta kehidupan Anda saat ini. Anda bisa mendapatkan cita-cita, tentang apa yang Anda inginkan dengan menganggap cita-cita itu telah terwujud..."

Neville Goddard lahir di Barbados, 19 Februari tahun 1905, dan berpindah ke New York pada tahun 1922. Di New York Neville bekerja sebagai seorang pemain teater, namun kariernya tidak begitu cemerlang. Pada tahun 1933, iya bertemu dengan seorang spiritualis bernama Abdullah, yang kurang banyak diketahui tentang catatan keberadaannya.

Di situlah awal pemahaman barunya tentang kekuatan sebuah asumsi, Law of Assumption, yang dikenal saat ini, walaupun Neville tidak begitu menyatakan secara eksplisit lengkap hukum ini.

Saat itu, Neville ingin sekali menghabiskan malam liburan natal bersama keluarganya di Barbados, tempat kelahirannya. Namun Neville tidak memiliki cukup uang untuk pulang ke kampung halamannya. Kemudian Abdullah berkata kepada Neville, “Hiduplah seolah-olah kamu sudah berada di sana, berjalan-jalan mengelilingi kota, dengan perasaan dan segenap pikiran yang hadir di sana.”

Abdullah meyakinkan Neville Goddard untuk terus konsisten melakukannya. Berasumsi bahwa ia benar-benar melakukan perjalanan dengan tiket kapal kelas 1, menuju kampung halamannya dan berkumpul bersama keluarganya.

Suatu pagi di bulan Desember sebelum kapal terakhir berangkat dari New York ke Barbados, Neville mendapatkan sebuah surat berasal dari saudara jauhnya lengkap dengan uang lima puluh dolar dan tiket kapal untuk berlayar ke Barbados. Neville sangat kaget dan bahagia luar biasa. Namun yang mengganjal di hati Neville adalah, tiket itu ternyata kelas 3. Sedangkan yang ia bayangkan adalah tiket kelas 1 sebagaimana yang Abdullah katakan. Hal itu kemudian disampakan kepada Abdullah temannya. Abdullah membantah keras dengan berkata, “Tidak. Kamu pulang dengan tiket kelas 1, bahkan saya sudah melihat kamu seolah sudah berada di sana bersama keluargamu.”

Ketika jadwal hari keberangkatan kapal tiba, Neville berangkat ke pelabuhan. Sesampai di sana, ketika Neville memberikan tiket ke penjaga, penjaga tiket memberitahu Nevllle bahwa tiket kelas 3 sudah penuh, dan yang sudah terlanjur memesan tiket kelas 3 dialihkan ke kelas 1. Kembali Neville terkejut, bahwa asumsinya dan apa yang dikatakan Abdullah ternyata benar-benar menjadi kenyataan.

 

“Ketika kamu membuat keputusan, maka alam semesta akan bersatu padu untuk mewujudkan sehinggalah keputusan itu berubah menjadi KENYATAAN.”

-          Emmerson –

 

Sejak saat itulah Neville Goddard semakin mendalami ilmu tentang Hukum Kekuatan Asumsi. Neville sering diundang di berbagai acara di beberapa tempat.

Suatu hari Neville mengisi seminar di suatu kota. Karena semua peserta sangat tertarik dan antusias dengan seminar itu, mereka ingin Neville mengadakan lagi pertemuan lanjutan. Namun Neville memberikan syarat untuk mengikuti pertemuan lanjutan, yaitu setiap peserta harus lulus dua (2) syarat. Syaratnya adalah Barang siapa yang bisa lulus dari dua tantangan ini dalam dua minggu ke depan, maka berhak untuk mengikuti pertemuan lanjutan. Dua Tantangan itu adalah eksperiman sebuah tangga.

Tantangan pertama, “Siapa pun yang dalam dua minggu berhasil menaiki tangga, berhak mengikuti pertemuan lanjutan.” Neville menjelaskan kepada semua peserta, sebelum tidur dan setelah bangun tidur, harus membayangkan sebuah tangga, dan menaikinya dari bawah ke atas. Merasakan saat tangan dan kaki menyentuh tangga. Setelah di atas, kemudian turun kembali dan dilakukan secara perlahan. Rasakan seolah-olah kaki benar-benar menginjak anak tangga satu persatu. Visualisasi tersebut harus dilakukan selama beberapa hari.

Tantangan kedua. Menulis sebuah kata-kata di kertas, “Saya tidak akan menaiki tangga”, dan di tempelkan di dinding kamar tidur dan di dinding lain serta tempat-tempat yang mudah terlihat. Yang dimaksud Neville adalah, tulisan ini menegaskan bahwa agar peserta tidak menyengaja menaiki tangga. Karena kalau menyengaja, sangat mudah sekali yaitu tinggal membeli atau meminjam tangga dan menaiki dan kemudian turun kembali.

Salah satu peserta menceritakan pengalamannya, bahwa saat itu dia mendapatkan tantangan ini ketika Neville datang ke kotanya dan memberikan tantangan ini. Ketika melakukan visualisasi, Neville menjelaskan untuk memejamkan mata, dan merasakan tangan memegang sisi tangga dengan begitu jelas, Peserta ini menjalankan apa yang di sarankan oleh Neville Goddard semuanya. Namun tidak begitu berasumsi berlebihan.

Hingga pada suatu hari, ibunya meneleponnya untuk datang ke rumah. Ketika sampai di rumah, ayahnya sedang memperbaiki atap rumah, dan meminta tolong kepadanya untuk membawakan cat ke atas dengan menggunakan tangga. Kemudian dia menaiki tangga, dan saat dia turun ke bawah dia tersadar dan ingat tulisan bahwa dia tidak akan menaiki tangga. Ternyata, visualisasinya benar-benar menjadi kenyataan tanpa dia menyengaja sama sekali.

 “JIKA ANDA YAKIN SESUATU AKAN TERJADI, KEMUNGKINAN BESAR HAL ITU AKAN TERJADI. JIKA ANDA BERASUMSI BAHWA HAL-HAL BAIK AKAN TERJADI, MAKA ANDA AKAN MELIHAT HAL-HAL BAIK TERJADI DALAM HIDUP ANDA.”

Eksperimen kecil ini hanyalah contoh dan latihan. Anda bisa bereksperimen ke yang lebih besar seterusnya sesuai dengan keyakinan Anda.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Pengunjung

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.