“KETIKA KITA BERULANG
KALI MEMBAYANGKAN HIDUP KITA SEOLAH OLAH KEINGINAN KITA TELAH TERWUJUD, PIKIRAN
BAWAH SADAR KITA TIDAK PUNYA PILIHAN SELAIN MENGANGGAP KEINGINAN ITU SEBAGAI
SEBUAH KEBENARAN..”
"Anda harus menganggap kehidupan ideal yang Anda inginkan di
masa depan, sebagai fakta kehidupan Anda saat ini. Anda bisa mendapatkan
cita-cita, tentang apa yang Anda inginkan dengan menganggap cita-cita itu telah
terwujud..."
Neville Goddard lahir di Barbados, 19 Februari tahun 1905,
dan berpindah ke New York pada tahun 1922. Di New York Neville bekerja sebagai
seorang pemain teater, namun kariernya tidak begitu cemerlang. Pada tahun 1933,
iya bertemu dengan seorang spiritualis bernama Abdullah, yang kurang banyak
diketahui tentang catatan keberadaannya.
Di situlah awal pemahaman barunya tentang kekuatan sebuah
asumsi, Law of Assumption, yang dikenal saat ini, walaupun Neville tidak begitu
menyatakan secara eksplisit lengkap hukum ini.
Saat itu, Neville ingin sekali menghabiskan malam liburan
natal bersama keluarganya di Barbados, tempat kelahirannya. Namun Neville tidak
memiliki cukup uang untuk pulang ke kampung halamannya. Kemudian Abdullah
berkata kepada Neville, “Hiduplah seolah-olah kamu sudah berada di sana,
berjalan-jalan mengelilingi kota, dengan perasaan dan segenap pikiran yang
hadir di sana.”
Abdullah meyakinkan Neville Goddard untuk terus konsisten
melakukannya. Berasumsi bahwa ia benar-benar melakukan perjalanan dengan
tiket kapal kelas 1, menuju kampung halamannya dan berkumpul bersama
keluarganya.
Suatu pagi di bulan Desember sebelum kapal terakhir
berangkat dari New York ke Barbados, Neville mendapatkan sebuah surat berasal
dari saudara jauhnya lengkap dengan uang lima puluh dolar dan tiket kapal untuk
berlayar ke Barbados. Neville sangat kaget dan bahagia luar biasa. Namun yang
mengganjal di hati Neville adalah, tiket itu ternyata kelas 3. Sedangkan yang
ia bayangkan adalah tiket kelas 1 sebagaimana yang Abdullah katakan. Hal itu
kemudian disampakan kepada Abdullah temannya. Abdullah membantah keras dengan
berkata, “Tidak. Kamu pulang dengan tiket kelas 1, bahkan saya sudah melihat
kamu seolah sudah berada di sana bersama keluargamu.”
Ketika jadwal hari keberangkatan
kapal tiba, Neville berangkat ke pelabuhan. Sesampai di sana, ketika Neville
memberikan tiket ke penjaga, penjaga tiket memberitahu Nevllle bahwa tiket
kelas 3 sudah penuh, dan yang sudah terlanjur memesan tiket kelas 3 dialihkan
ke kelas 1. Kembali Neville terkejut, bahwa asumsinya dan apa yang dikatakan
Abdullah ternyata benar-benar menjadi kenyataan.
“Ketika kamu
membuat keputusan, maka alam semesta akan bersatu padu untuk mewujudkan
sehinggalah keputusan itu berubah menjadi KENYATAAN.”
-
Emmerson –
Sejak saat itulah Neville Goddard semakin mendalami ilmu tentang
Hukum Kekuatan Asumsi. Neville sering diundang di berbagai acara di beberapa tempat.
Suatu hari Neville mengisi seminar di suatu kota. Karena semua
peserta sangat tertarik dan antusias dengan seminar itu, mereka ingin Neville
mengadakan lagi pertemuan lanjutan. Namun Neville memberikan syarat untuk
mengikuti pertemuan lanjutan, yaitu setiap peserta harus lulus dua (2) syarat. Syaratnya
adalah Barang siapa yang bisa lulus dari dua tantangan ini dalam dua minggu ke
depan, maka berhak untuk mengikuti pertemuan lanjutan. Dua Tantangan itu adalah
eksperiman sebuah tangga.
Tantangan pertama, “Siapa pun yang dalam dua
minggu berhasil menaiki tangga, berhak mengikuti pertemuan lanjutan.”
Neville menjelaskan kepada semua peserta, sebelum tidur dan setelah bangun
tidur, harus membayangkan sebuah tangga, dan menaikinya dari bawah ke atas. Merasakan
saat tangan dan kaki menyentuh tangga. Setelah di atas, kemudian turun kembali dan
dilakukan secara perlahan. Rasakan seolah-olah kaki benar-benar menginjak anak
tangga satu persatu. Visualisasi tersebut harus dilakukan selama beberapa hari.
Tantangan kedua. Menulis sebuah kata-kata di kertas, “Saya
tidak akan menaiki tangga”, dan di tempelkan di dinding kamar tidur dan di
dinding lain serta tempat-tempat yang mudah terlihat. Yang dimaksud Neville
adalah, tulisan ini menegaskan bahwa agar peserta tidak menyengaja menaiki
tangga. Karena kalau menyengaja, sangat mudah sekali yaitu tinggal membeli atau
meminjam tangga dan menaiki dan kemudian turun kembali.
Salah satu peserta menceritakan pengalamannya, bahwa saat
itu dia mendapatkan tantangan ini ketika Neville datang ke kotanya dan
memberikan tantangan ini. Ketika melakukan visualisasi, Neville menjelaskan
untuk memejamkan mata, dan merasakan tangan memegang sisi tangga dengan begitu
jelas, Peserta ini menjalankan apa yang di sarankan oleh Neville Goddard
semuanya. Namun tidak begitu berasumsi berlebihan.
Hingga pada suatu hari, ibunya meneleponnya untuk datang ke
rumah. Ketika sampai di rumah, ayahnya sedang memperbaiki atap rumah, dan
meminta tolong kepadanya untuk membawakan cat ke atas dengan menggunakan
tangga. Kemudian dia menaiki tangga, dan saat dia turun ke bawah dia tersadar dan ingat tulisan bahwa dia tidak akan menaiki tangga. Ternyata, visualisasinya benar-benar menjadi kenyataan tanpa
dia menyengaja sama sekali.
Eksperimen kecil ini hanyalah contoh dan latihan. Anda bisa bereksperimen ke yang lebih besar seterusnya sesuai dengan keyakinan Anda.







0 komentar:
Posting Komentar