Blog Pengembangan Diri

13 Juni 2025

5 LANGKAH MANIFESTASI APAPUN DENGAN HUKUM ASUMSI NEVILLE GODDARD

5 LANGKAH MANIFESTASI APAPUN DENGAN HUKUM ASUMSI NEVILLE GODDARD

Imajinasikan, asumsikan bahwa Anda dapat memanifestasikan keinginan Anda dengan cara yang mudah dan singkat. Neville Goddard adalah gurunya Hukum Asumsi. Menurutnya, asumsi yang kuat dan mendominasi pikiran kita setiap hari, itulah yang akan menjadi kenyataan, baik positif atau pun negatif.



Dalam hal ini, saya pun sering mendapatkan hal ini dalam hidup saya, sebelum saya mengenal hukum ini. Saya pun pernah membaca dan menonton berita, dan hal itu saya melihatnya bahwa benar asumsi yang dianggap benar dan diyakini oleh seseorang akan menjadi kenyataan dalam hidupnya, terlepas itu negatif atau positif.  Sehingga amat ditekankan di sini jangan sampai kita berasumsi negatif dan asumsi itu mendominasi keseharian kita.

Saya pernah membaca berita, ada seorang ayah yang punya asumsi pemikiran dan keyakinan bahwa kalau berfoto itu akan membawa malapetaka bagi seseorang. Dia berasumsi demikian dan berkeyakinan demikian berpuluh-puluh tahun lamanya. Hingga pada suatu saat, dia menikahkan anaknya, kemudian keluarganya mengajaknya berfoto bersama, namun bapak itu tidak mau dan bersikeras dengan keyakinan dan asumsinya itu. Akan tetapi dikarenakan dibujuk terus oleh anaknya, akhirnya dia mau berfoto bersama dengan sangat terpaksa. Dalam berita itu saya melihat foto bapak itu berfoto bersama dengan pengantin. Setelah acara itu selesai, kejadian naas terjadi. Kendaraan bapak itu tersambar kereta api dan menewaskan bapak itu dan rombongannya. Inilah asumsi yang menjadi nyata, namun dalam hal negatif.

Saya pernah membaca lagi berita di Facebook, ini belum begitu lama, sekitar 3 atau 4 tahunan lalu, bahwa ada seorang ibu dibunuh oleh suaminya sendiri. Ternyata setelah melihat postingan sebelumnya, ibu itu menyatakan, “Seandainya aku mati, maka pembunuhnya adalah suamiku.” Belakangan memang dia sering bertengkar dengan suaminya dilihat dari status-status sebelumnya, hal itu membawa pikiran negatif yang terus menerus dan berasumsi negatif dan berkeyakinan penuh bahwa dia akan dibunuh suaminya. Hingga asumsi ini menjadi kenyataan.”

Alam bawah sadar kita tidak paham mana negatif atau positif. Apa pun asumsi kita yang kita pertahankan dan diyakini kebenarannya, maka itulah yang akan menjadi kenyataan. Inilah pentingnya kita berasumsi hanya untuk yang baik-baik saja setiap hari, yang membawa kemaslahatan kita dan manusia lain atau lingkungan kita.

Saya sendiri banyak sekali pengalaman hukum asumsi yang benar-benar saya alami baik yang sengaja atau tidak sengaja. Berikut pengalaman saya, namun yang saya ceritakan di sini hanya lah yang positif yang saya alami:

1.      Saya pernah duduk di kursi direktur di kantor milik teman saya. dan minta saya difoto, Di waktu itu saya berasumsi bahwa saya menjadi seorang direktur. Saya berkata, “Beginilah rasanya menjadi seorang Direktur.” Bahkan foto itu saya pajang di IG saya. setelah sekitar empat tahun berlalu, hal ini menjadi kenyataan bagi saya, saya menjadi seorang direktur.

2.       Waktu saya menganggur dulu saya berasumsi saya punya perusahaan, sekarang menjadi kenyataan walaupun itu perusahaan kecil.

3.       Waktu saya pindah ke suatu kota, sebut saja kota A saat ini saya tinggal, saya punya keinginan dan berasumsi punya rumah tingkat. Sekarang menjadi kenyataan, dan hal itu terwujud dengan mengalir begitu saja tanpa saya harus mencicil atau kredit rumah. Saya membeli kapling tanah beberapa ratus meter persegi dan membangun rumah di atasnya secara perlahan.

4.       Sewaktu saya sangat gusar melihat jalan yang dilewati dari rumah ke jalan raya, yaitu jalan sempit dan di kanan kiri banyak pedagang kaki lima yang membuat lapak jualan terutama di depan sekolah, menjadikan jalan semakin sempit macet dan kacau. Keadaan itu sudah berlangsung sangat lama bertahun tahun, bahkan mungkin berpuluh-puluh tahun. Saya berasumsi nanti akan ada penertiban jalan oleh pemerintah setempat. Selang saya berasumsi demikian, benarlah kejadian. Lapak pedagang kaki lima di bongkar terutama yang di depan SD. Dan saya sendiri terkejut dengan asumsi saya. Kok semudah ini ya,...

5.       Saya berasumsi punya garasi dengan genteng biru, karena garasi sebelumnya roboh, padahal waktu itu saya sedang sedikit krisis keuangan. Tiba-tiba saya memberanikan diri dengan hanya belanja besi, tiba-tiba uang datang bertubi-tubi dan akhirnya garasi sekitar 6 x 7,5 meter terwujud dan gentengnya dicat biru.

6.       Saya berasumsi punya Mobil Suzuki XL 7 tipe Alpha baru, Coklat Metalik dan Manual, selang satu tahun hal itu menjadi kenyataan.

7.       Dan masih banyak lagi..

Menurut Neville Goddard, Asumsi itu berlaku untuk siapa saja dan baik sengaja atau tidak disengaja, positif maupun negatif. Nah asumsi yang disengaja ini bisa untuk mewujudkan apa pun yang kita inginkan, namun jangan untuk hal-hal negatif karena dampaknya sendiri akan merugikan kita sendiri dan bahkan orang lain atau lingkungan. Misalnya Anda ingin punya rumah impian, pekerjaan yang layak, pasangan yang serasi, hidup berlimpah, dan lain sebagainya.

untuk latihan membangun hingga hukum Asumsi ini benar-benar efektif untuk menjadi kenyataan dalam kehidupan kita, Neville Goddard menyarankan mulai dari yang kecil-kecil terlebih dahulu, dan konsisten setiap hari dengan menerapkan lima langkah yang akan di sebutkan di bawah ini. Dari asumsi kecil ini, dan kemudian menjadi kenyataan, akan memberikan keyakinan kepada Anda serta percaya diri untuk mewujudkan asumsi Goal atau mimpi yang lebih besar.

 

Ada 5 langkah dari Neville Goddard untuk manifestasi apa pun yang Anda inginkan, yaitu:

1.       Rileks. Anda harus dalam keadaan rileks, tanpa ada banyak beban, hati sedang tenang dan damai. Hati dan pikiran yang kacau akan mengganggu manifestasi terjadi.

2.       Tentukan apa yang benar-benar Anda inginkan dan harus jelas. Misalnya, Anda ingin punya rumah. Tentukan model rumahnya seperti apa, luas tanah dan bangunannya berapa, kamarnya berapa buah, dan lain sebagainya. Atau misalkan Anda ingin punya pasangan. Tentukan bagaimana tipe pasangan yang Anda inginkan, mukanya, rambutnya, perilakunya, dan lain-lain.

3.       Visualisasi. Visualisasikan apa yang Anda inginkan. Misalnya rumah impian tadi. Visualisasikan Anda memasuki ruangannya, berjalan-jalan di dalamnya dan menghirup udara ruangan. Bayangkan Anda duduk di teras rumah impian Anda sambil meminum kopi. Bayangkan kamar Anda seperti apa dan dapur yang Anda inginkan seperti apa. Bila pasangan impian. Bayangkan mukanya, rambutnya, dan bayangkan Anda menikah dengannya dan berbulan madu sambil bergandengan tangan dan menikmati kuliner bersama, dan lain-lain. Visualisasikan hanya empat (4) menit setiap hari. Waktu yang sangat tepat untuk bervisualisasi adalah sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Waktu di mana kita mengalami setengah tidur dan otak memancarkan gelombang alpha. Lakukan setiap hari secara kontinu dan mulailah dengan asumsi yang ringan atau kecil seperti, mendapatkan secangkir kopi gratis dari seorang teman, mendapatkan tiket gratis untuk mengikuti seminar di hotel berbintang, dan lain-lain. Mulailah dari yang kecil, tapi konsisten.

4.       Rasakan dan bertindaklah, seolah olah itu sudah menjadi kenyataan. Anggap bahwa asumsi Anda sudah terpenuhi. Anggaplah seolah-olah itu semua sudah menjadi milik Anda. Ketika Anda menganggap hal ini, alam bawah sadar tidak bisa membedakan mana yang terjadi dalam benak Anda dan mana yang nyata. Jika kita menganggap itu real dalam benak atau diri kita, maka alam bawah sadar tidak punya pilihan lain selain menyamakan apa yang dalam benak itu, menjadi kenyataan di luar diri kita, menjadi realitas di luar atau lingkungan kita. Jadi di sini Anda bertindak sesuai dengan diri masa depan yang Anda inginkan, bukan berdasarkan diri Anda yang lama. Anda harus menyelaraskan visi Anda di masa depan yang Anda inginkan, bukan berpatokan pada masa lalu yang tidak relevan dengan diri Anda yang baru.

5.       Ulangi proses itu secara kontinu, berkesinambungan dan lepaskan, serahkan. Asumsi kecil yang dilakukan terus menerus dan membuahkan hasil, akan mengundang ke asumsi yang lebih besar yang bisa Anda wujudkan.

Dalam menerapkan lima langkah ini Anda harus benar-benar yakin bawah asumsi Anda yang berupa mimpi atau goal atau rencana atau keinginan Anda atau apapun itu, bakal menjadi suatu kenyataan atau realitas Anda di waktu yang tepat. Anda harus yakin 100 persen, bahwa asumsi itu pasti menjadi kenyataan. Keyakinan yang setengah-setengah tidak akan mengubah apa pun selain bertambahnya keraguan. Inilah pentingnya memulai berasumsi yang kecil-kecil terlebih dahulu. Bila Anda sudah berhasil dengan asumsi kecil, Anda menjadi lebih percaya diri dan pada dasarnya impian sebesar apa pun pasti bisa diwujudkan. Dan bagi Semesta tidak ada bedanya asumsi besar dan kecil, tidak ada kesulitan untuk mewujudkannya. Semuanya tergantung sampai di mana keyakinan dan keahlian kita dalam mewujudkan asumsi.

***

Share:

0 komentar:

Posting Komentar

Pengunjung

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.