Kebiasaan membentuk siapa kita. Siapa kita saat ini adalah dibentuk
oleh kebiasaan kita selama ini. Untuk mengubah hidup, kita harus mengubah
kebiasaan, atau membuat kebiasaan baru. Menurut Tony Robin, tiga kebiasaan baru
membentuk kehidupan baru. Contoh kebiasaan sebelumnya selalu bergaul dengan
orang-orang toksix atau beracun, misal dengan pengedar narkoba, hari-hari kita
dikelilingi orang-orang tersebut. Cara berpikir, bertindak, dan merasa persis
seperti mereka. Kehidupan serba tidak tenang, hidup dibayang-bayang dosa dan
rasa bersalah, hidup penuh ketakutan dan kegelisahan. Seketika Anda meninggalkan
lingkungan tersebut, bergaul dengan orang-orang baru, lingkungan baru, yang
sehari-harinya membicarakan kemajuan diri, beramal, berbuat kebaikan terhadap
sesama, membangun bisnis halal, maka kehidupan baru Anda di mulai. Anda benar-benar
mempunyai kehidupan baru. Kehidupan yang sangat mendukung mental Anda,
mendukung karir Anda, mendukung hidup Anda di masa depan.
Contoh lainnya adalah, yang sebelum ini Anda tidak pernah
membaca buku, tidak pernah jalan-jalan ke toko buku, Gramedia misalnya,
biasanya hanya ke mall nya saja beli baju, beli sepatu, nonton film di bioskop,
kini Anda mengubah haluan dengan mencoba masuk ke gramedia, membeli dan membaca
buku-buku selft development atau pengembangan diri dan lainnya. Seketika juga
akan sangat mempengaruhi hidup Anda selanjutnya.
Menurut Jim Rohn, membaca buku sedikit demi sedikit, minimal
membiasakan sepuluh halaman setiap hari, kita biasakan dan kita jadikan habit
harian, maka sedikit demi sedikit kebiasaan ini menumpuk, berkalkulasi,
membentuk sesuatu pengaruh yang semakin besar kepada hidup Anda. Anda akan
semakin bertambah wawasan, pengetahuan, ilmu-ilmu baru, pencerahan baru,
sesuatu yang baru Anda rasakan. Sedikit banyak, dan semakin banyak apa yang Anda
baca akan mempengaruhi tindakan Anda, mempengaruhi bagaimana “take action” Anda
dalam mengarungi hidup.
Setiap orang-orang kaya di dunia hobinya membaca buku setiap
hari. Bill Gate, Warrent Buffet, Elon Musk, Mack Zukerberg, dan lain-lainnya, menghabiskan
berjam-jam setiap hari untuk membaca buku. Maka untuk menjadi sukses kita harus
meniru bagaimana kebiasaan orang-orang sukses.
Menurut Jim Rohn, “Jika kamu ingin sukses, belajarlah tentang
kesuksesan. Jika kamu ingin kaya, belajarlah kekayaan, belajarlah bagaimana
orang-orang kaya mendapatkan kekayaan. Jika
kamu ingin hidup sehat, belajarlah bagaimana kebiasaan orang-orang yang sehat.
Jika ingin kebahagiaan belajarlah ilmu kebahagiaan.”
Kembali ke KEBIASAAN BARU = KEHIDUPAN BARU. Tentu saja bila
kebiasaan baru itu negatif, hasilnya juga negatif. Kebiasaan baru positif,
hasilnya juga positif. Istilah ini seperti sesuatu yang sangat unik, atau
bahkan di antara Anda mungkin ada yang baru mendengar. Ya memang begitulah,
jika Anda belum menemukan solusi keadaan saat ini yang tidak Anda inginkan,
artinya ilmu dan pengalaman dan kebiasaan yang Anda punyai saat ini, tidak bisa
atau belum cukup untuk menyelesaikan masalah saat ini. Artinya Anda harus hidup
di kehidupan baru dengan membangun kebiasaan positif yang baru, Anda harus mengubah
dan atau membangun kebiasaan positif yang baru.
***







0 komentar:
Posting Komentar