5 LANGKAH MANIFESTASI APAPUN DENGAN HUKUM ASUMSI NEVILLE GODDARD
Imajinasikan, asumsikan bahwa Anda dapat memanifestasikan
keinginan Anda dengan cara yang mudah dan singkat. Neville Goddard adalah
gurunya Hukum Asumsi. Menurutnya, asumsi yang kuat dan mendominasi pikiran kita
setiap hari, itulah yang akan menjadi kenyataan, baik positif atau pun negatif.
Dalam hal ini, saya pun sering mendapatkan hal ini dalam hidup saya, sebelum saya mengenal hukum ini. Saya pun pernah membaca dan menonton berita, dan hal itu saya melihatnya bahwa benar asumsi yang dianggap benar dan diyakini oleh seseorang akan menjadi kenyataan dalam hidupnya, terlepas itu negatif atau positif. Sehingga amat ditekankan di sini jangan sampai kita berasumsi negatif dan asumsi itu mendominasi keseharian kita.
Saya pernah membaca berita, ada seorang ayah yang punya asumsi
pemikiran dan keyakinan bahwa kalau berfoto itu akan membawa malapetaka bagi
seseorang. Dia berasumsi demikian dan berkeyakinan demikian berpuluh-puluh
tahun lamanya. Hingga pada suatu saat, dia menikahkan anaknya, kemudian
keluarganya mengajaknya berfoto bersama, namun bapak itu tidak mau dan
bersikeras dengan keyakinan dan asumsinya itu. Akan tetapi dikarenakan dibujuk
terus oleh anaknya, akhirnya dia mau berfoto bersama dengan sangat terpaksa.
Dalam berita itu saya melihat foto bapak itu berfoto bersama dengan pengantin.
Setelah acara itu selesai, kejadian naas terjadi. Kendaraan bapak itu tersambar
kereta api dan menewaskan bapak itu dan rombongannya. Inilah asumsi yang
menjadi nyata, namun dalam hal negatif.
Saya pernah membaca lagi berita di Facebook, ini belum
begitu lama, sekitar 3 atau 4 tahunan lalu, bahwa ada seorang ibu dibunuh oleh
suaminya sendiri. Ternyata setelah melihat postingan sebelumnya, ibu itu menyatakan,
“Seandainya aku mati, maka pembunuhnya adalah suamiku.” Belakangan memang dia
sering bertengkar dengan suaminya dilihat dari status-status sebelumnya, hal itu
membawa pikiran negatif yang terus menerus dan berasumsi negatif dan
berkeyakinan penuh bahwa dia akan dibunuh suaminya. Hingga asumsi ini menjadi
kenyataan.”
Alam bawah sadar kita tidak paham mana negatif atau positif.
Apa pun asumsi kita yang kita pertahankan dan diyakini kebenarannya, maka
itulah yang akan menjadi kenyataan. Inilah pentingnya kita berasumsi hanya
untuk yang baik-baik saja setiap hari, yang membawa kemaslahatan kita dan
manusia lain atau lingkungan kita.
Saya sendiri banyak sekali pengalaman hukum asumsi yang
benar-benar saya alami baik yang sengaja atau tidak sengaja. Berikut pengalaman
saya, namun yang saya ceritakan di sini hanya lah yang positif yang saya alami:
1. Saya pernah duduk di kursi direktur di kantor
milik teman saya. dan minta saya difoto, Di waktu itu saya berasumsi bahwa saya
menjadi seorang direktur. Saya berkata, “Beginilah rasanya menjadi seorang
Direktur.” Bahkan foto itu saya pajang di IG saya. setelah sekitar empat tahun berlalu,
hal ini menjadi kenyataan bagi saya, saya menjadi seorang direktur.
2.
Waktu saya menganggur dulu saya berasumsi saya
punya perusahaan, sekarang menjadi kenyataan walaupun itu perusahaan kecil.
3.
Waktu saya pindah ke suatu kota, sebut saja kota
A saat ini saya tinggal, saya punya keinginan dan berasumsi punya rumah
tingkat. Sekarang menjadi kenyataan, dan hal itu terwujud dengan mengalir
begitu saja tanpa saya harus mencicil atau kredit rumah. Saya membeli kapling
tanah beberapa ratus meter persegi dan membangun rumah di atasnya secara
perlahan.
4.
Sewaktu saya sangat gusar melihat jalan yang
dilewati dari rumah ke jalan raya, yaitu jalan sempit dan di kanan kiri banyak
pedagang kaki lima yang membuat lapak jualan terutama di depan sekolah,
menjadikan jalan semakin sempit macet dan kacau. Keadaan itu sudah berlangsung
sangat lama bertahun tahun, bahkan mungkin berpuluh-puluh tahun. Saya berasumsi
nanti akan ada penertiban jalan oleh pemerintah setempat. Selang saya berasumsi
demikian, benarlah kejadian. Lapak pedagang kaki lima di bongkar terutama yang
di depan SD. Dan saya sendiri terkejut dengan asumsi saya. Kok semudah ini ya,...
5.
Saya berasumsi punya garasi dengan genteng biru,
karena garasi sebelumnya roboh, padahal waktu itu saya sedang sedikit krisis
keuangan. Tiba-tiba saya memberanikan diri dengan hanya belanja besi, tiba-tiba
uang datang bertubi-tubi dan akhirnya garasi sekitar 6 x 7,5 meter terwujud dan
gentengnya dicat biru.
6.
Saya berasumsi punya Mobil Suzuki XL 7 tipe
Alpha baru, Coklat Metalik dan Manual, selang satu tahun hal itu menjadi
kenyataan.
7.
Dan masih banyak lagi..
Menurut Neville Goddard, Asumsi itu berlaku untuk siapa saja
dan baik sengaja atau tidak disengaja, positif maupun negatif. Nah asumsi yang
disengaja ini bisa untuk mewujudkan apa pun yang kita inginkan, namun jangan
untuk hal-hal negatif karena dampaknya sendiri akan merugikan kita sendiri dan
bahkan orang lain atau lingkungan. Misalnya Anda ingin punya rumah impian,
pekerjaan yang layak, pasangan yang serasi, hidup berlimpah, dan lain
sebagainya.
untuk latihan membangun hingga hukum Asumsi ini benar-benar
efektif untuk menjadi kenyataan dalam kehidupan kita, Neville Goddard
menyarankan mulai dari yang kecil-kecil terlebih dahulu, dan konsisten setiap
hari dengan menerapkan lima langkah yang akan di sebutkan di bawah ini. Dari
asumsi kecil ini, dan kemudian menjadi kenyataan, akan memberikan keyakinan
kepada Anda serta percaya diri untuk mewujudkan asumsi Goal atau mimpi yang
lebih besar.
Ada 5 langkah dari Neville Goddard untuk manifestasi apa pun
yang Anda inginkan, yaitu:
1.
Rileks. Anda harus dalam keadaan rileks,
tanpa ada banyak beban, hati sedang tenang dan damai. Hati dan pikiran yang
kacau akan mengganggu manifestasi terjadi.
2.
Tentukan apa yang benar-benar Anda inginkan
dan harus jelas. Misalnya, Anda ingin punya rumah. Tentukan model rumahnya
seperti apa, luas tanah dan bangunannya berapa, kamarnya berapa buah, dan lain
sebagainya. Atau misalkan Anda ingin punya pasangan. Tentukan bagaimana tipe
pasangan yang Anda inginkan, mukanya, rambutnya, perilakunya, dan lain-lain.
3.
Visualisasi. Visualisasikan apa yang Anda
inginkan. Misalnya rumah impian tadi. Visualisasikan Anda memasuki ruangannya,
berjalan-jalan di dalamnya dan menghirup udara ruangan. Bayangkan Anda duduk di
teras rumah impian Anda sambil meminum kopi. Bayangkan kamar Anda seperti apa
dan dapur yang Anda inginkan seperti apa. Bila pasangan impian. Bayangkan
mukanya, rambutnya, dan bayangkan Anda menikah dengannya dan berbulan madu
sambil bergandengan tangan dan menikmati kuliner bersama, dan lain-lain.
Visualisasikan hanya empat (4) menit setiap hari. Waktu yang sangat tepat untuk
bervisualisasi adalah sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Waktu di mana
kita mengalami setengah tidur dan otak memancarkan gelombang alpha. Lakukan
setiap hari secara kontinu dan mulailah dengan asumsi yang ringan atau kecil
seperti, mendapatkan secangkir kopi gratis dari seorang teman, mendapatkan
tiket gratis untuk mengikuti seminar di hotel berbintang, dan lain-lain.
Mulailah dari yang kecil, tapi konsisten.
4.
Rasakan dan bertindaklah, seolah olah itu sudah
menjadi kenyataan. Anggap bahwa asumsi Anda sudah terpenuhi. Anggaplah
seolah-olah itu semua sudah menjadi milik Anda. Ketika Anda menganggap hal ini,
alam bawah sadar tidak bisa membedakan mana yang terjadi dalam benak Anda dan
mana yang nyata. Jika kita menganggap itu real dalam benak atau diri kita, maka
alam bawah sadar tidak punya pilihan lain selain menyamakan apa yang dalam
benak itu, menjadi kenyataan di luar diri kita, menjadi realitas di luar atau
lingkungan kita. Jadi di sini Anda bertindak sesuai dengan diri masa depan yang
Anda inginkan, bukan berdasarkan diri Anda yang lama. Anda harus menyelaraskan
visi Anda di masa depan yang Anda inginkan, bukan berpatokan pada masa lalu
yang tidak relevan dengan diri Anda yang baru.
5.
Ulangi proses itu secara kontinu,
berkesinambungan dan lepaskan, serahkan. Asumsi kecil yang dilakukan terus menerus
dan membuahkan hasil, akan mengundang ke asumsi yang lebih besar yang bisa Anda
wujudkan.
Dalam menerapkan lima langkah ini Anda harus benar-benar yakin
bawah asumsi Anda yang berupa mimpi atau goal atau rencana atau keinginan Anda atau
apapun itu, bakal menjadi suatu kenyataan atau realitas Anda di waktu yang tepat.
Anda harus yakin 100 persen, bahwa asumsi itu pasti menjadi kenyataan. Keyakinan
yang setengah-setengah tidak akan mengubah apa pun selain bertambahnya
keraguan. Inilah pentingnya memulai berasumsi yang kecil-kecil terlebih dahulu.
Bila Anda sudah berhasil dengan asumsi kecil, Anda menjadi lebih percaya diri
dan pada dasarnya impian sebesar apa pun pasti bisa diwujudkan. Dan bagi Semesta
tidak ada bedanya asumsi besar dan kecil, tidak ada kesulitan untuk
mewujudkannya. Semuanya tergantung sampai di mana keyakinan dan keahlian kita
dalam mewujudkan asumsi.
***

















