Blog Pengembangan Diri

13 Juni 2025

5 LANGKAH MANIFESTASI APAPUN DENGAN HUKUM ASUMSI NEVILLE GODDARD

5 LANGKAH MANIFESTASI APAPUN DENGAN HUKUM ASUMSI NEVILLE GODDARD

Imajinasikan, asumsikan bahwa Anda dapat memanifestasikan keinginan Anda dengan cara yang mudah dan singkat. Neville Goddard adalah gurunya Hukum Asumsi. Menurutnya, asumsi yang kuat dan mendominasi pikiran kita setiap hari, itulah yang akan menjadi kenyataan, baik positif atau pun negatif.



Dalam hal ini, saya pun sering mendapatkan hal ini dalam hidup saya, sebelum saya mengenal hukum ini. Saya pun pernah membaca dan menonton berita, dan hal itu saya melihatnya bahwa benar asumsi yang dianggap benar dan diyakini oleh seseorang akan menjadi kenyataan dalam hidupnya, terlepas itu negatif atau positif.  Sehingga amat ditekankan di sini jangan sampai kita berasumsi negatif dan asumsi itu mendominasi keseharian kita.

Saya pernah membaca berita, ada seorang ayah yang punya asumsi pemikiran dan keyakinan bahwa kalau berfoto itu akan membawa malapetaka bagi seseorang. Dia berasumsi demikian dan berkeyakinan demikian berpuluh-puluh tahun lamanya. Hingga pada suatu saat, dia menikahkan anaknya, kemudian keluarganya mengajaknya berfoto bersama, namun bapak itu tidak mau dan bersikeras dengan keyakinan dan asumsinya itu. Akan tetapi dikarenakan dibujuk terus oleh anaknya, akhirnya dia mau berfoto bersama dengan sangat terpaksa. Dalam berita itu saya melihat foto bapak itu berfoto bersama dengan pengantin. Setelah acara itu selesai, kejadian naas terjadi. Kendaraan bapak itu tersambar kereta api dan menewaskan bapak itu dan rombongannya. Inilah asumsi yang menjadi nyata, namun dalam hal negatif.

Saya pernah membaca lagi berita di Facebook, ini belum begitu lama, sekitar 3 atau 4 tahunan lalu, bahwa ada seorang ibu dibunuh oleh suaminya sendiri. Ternyata setelah melihat postingan sebelumnya, ibu itu menyatakan, “Seandainya aku mati, maka pembunuhnya adalah suamiku.” Belakangan memang dia sering bertengkar dengan suaminya dilihat dari status-status sebelumnya, hal itu membawa pikiran negatif yang terus menerus dan berasumsi negatif dan berkeyakinan penuh bahwa dia akan dibunuh suaminya. Hingga asumsi ini menjadi kenyataan.”

Alam bawah sadar kita tidak paham mana negatif atau positif. Apa pun asumsi kita yang kita pertahankan dan diyakini kebenarannya, maka itulah yang akan menjadi kenyataan. Inilah pentingnya kita berasumsi hanya untuk yang baik-baik saja setiap hari, yang membawa kemaslahatan kita dan manusia lain atau lingkungan kita.

Saya sendiri banyak sekali pengalaman hukum asumsi yang benar-benar saya alami baik yang sengaja atau tidak sengaja. Berikut pengalaman saya, namun yang saya ceritakan di sini hanya lah yang positif yang saya alami:

1.      Saya pernah duduk di kursi direktur di kantor milik teman saya. dan minta saya difoto, Di waktu itu saya berasumsi bahwa saya menjadi seorang direktur. Saya berkata, “Beginilah rasanya menjadi seorang Direktur.” Bahkan foto itu saya pajang di IG saya. setelah sekitar empat tahun berlalu, hal ini menjadi kenyataan bagi saya, saya menjadi seorang direktur.

2.       Waktu saya menganggur dulu saya berasumsi saya punya perusahaan, sekarang menjadi kenyataan walaupun itu perusahaan kecil.

3.       Waktu saya pindah ke suatu kota, sebut saja kota A saat ini saya tinggal, saya punya keinginan dan berasumsi punya rumah tingkat. Sekarang menjadi kenyataan, dan hal itu terwujud dengan mengalir begitu saja tanpa saya harus mencicil atau kredit rumah. Saya membeli kapling tanah beberapa ratus meter persegi dan membangun rumah di atasnya secara perlahan.

4.       Sewaktu saya sangat gusar melihat jalan yang dilewati dari rumah ke jalan raya, yaitu jalan sempit dan di kanan kiri banyak pedagang kaki lima yang membuat lapak jualan terutama di depan sekolah, menjadikan jalan semakin sempit macet dan kacau. Keadaan itu sudah berlangsung sangat lama bertahun tahun, bahkan mungkin berpuluh-puluh tahun. Saya berasumsi nanti akan ada penertiban jalan oleh pemerintah setempat. Selang saya berasumsi demikian, benarlah kejadian. Lapak pedagang kaki lima di bongkar terutama yang di depan SD. Dan saya sendiri terkejut dengan asumsi saya. Kok semudah ini ya,...

5.       Saya berasumsi punya garasi dengan genteng biru, karena garasi sebelumnya roboh, padahal waktu itu saya sedang sedikit krisis keuangan. Tiba-tiba saya memberanikan diri dengan hanya belanja besi, tiba-tiba uang datang bertubi-tubi dan akhirnya garasi sekitar 6 x 7,5 meter terwujud dan gentengnya dicat biru.

6.       Saya berasumsi punya Mobil Suzuki XL 7 tipe Alpha baru, Coklat Metalik dan Manual, selang satu tahun hal itu menjadi kenyataan.

7.       Dan masih banyak lagi..

Menurut Neville Goddard, Asumsi itu berlaku untuk siapa saja dan baik sengaja atau tidak disengaja, positif maupun negatif. Nah asumsi yang disengaja ini bisa untuk mewujudkan apa pun yang kita inginkan, namun jangan untuk hal-hal negatif karena dampaknya sendiri akan merugikan kita sendiri dan bahkan orang lain atau lingkungan. Misalnya Anda ingin punya rumah impian, pekerjaan yang layak, pasangan yang serasi, hidup berlimpah, dan lain sebagainya.

untuk latihan membangun hingga hukum Asumsi ini benar-benar efektif untuk menjadi kenyataan dalam kehidupan kita, Neville Goddard menyarankan mulai dari yang kecil-kecil terlebih dahulu, dan konsisten setiap hari dengan menerapkan lima langkah yang akan di sebutkan di bawah ini. Dari asumsi kecil ini, dan kemudian menjadi kenyataan, akan memberikan keyakinan kepada Anda serta percaya diri untuk mewujudkan asumsi Goal atau mimpi yang lebih besar.

 

Ada 5 langkah dari Neville Goddard untuk manifestasi apa pun yang Anda inginkan, yaitu:

1.       Rileks. Anda harus dalam keadaan rileks, tanpa ada banyak beban, hati sedang tenang dan damai. Hati dan pikiran yang kacau akan mengganggu manifestasi terjadi.

2.       Tentukan apa yang benar-benar Anda inginkan dan harus jelas. Misalnya, Anda ingin punya rumah. Tentukan model rumahnya seperti apa, luas tanah dan bangunannya berapa, kamarnya berapa buah, dan lain sebagainya. Atau misalkan Anda ingin punya pasangan. Tentukan bagaimana tipe pasangan yang Anda inginkan, mukanya, rambutnya, perilakunya, dan lain-lain.

3.       Visualisasi. Visualisasikan apa yang Anda inginkan. Misalnya rumah impian tadi. Visualisasikan Anda memasuki ruangannya, berjalan-jalan di dalamnya dan menghirup udara ruangan. Bayangkan Anda duduk di teras rumah impian Anda sambil meminum kopi. Bayangkan kamar Anda seperti apa dan dapur yang Anda inginkan seperti apa. Bila pasangan impian. Bayangkan mukanya, rambutnya, dan bayangkan Anda menikah dengannya dan berbulan madu sambil bergandengan tangan dan menikmati kuliner bersama, dan lain-lain. Visualisasikan hanya empat (4) menit setiap hari. Waktu yang sangat tepat untuk bervisualisasi adalah sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Waktu di mana kita mengalami setengah tidur dan otak memancarkan gelombang alpha. Lakukan setiap hari secara kontinu dan mulailah dengan asumsi yang ringan atau kecil seperti, mendapatkan secangkir kopi gratis dari seorang teman, mendapatkan tiket gratis untuk mengikuti seminar di hotel berbintang, dan lain-lain. Mulailah dari yang kecil, tapi konsisten.

4.       Rasakan dan bertindaklah, seolah olah itu sudah menjadi kenyataan. Anggap bahwa asumsi Anda sudah terpenuhi. Anggaplah seolah-olah itu semua sudah menjadi milik Anda. Ketika Anda menganggap hal ini, alam bawah sadar tidak bisa membedakan mana yang terjadi dalam benak Anda dan mana yang nyata. Jika kita menganggap itu real dalam benak atau diri kita, maka alam bawah sadar tidak punya pilihan lain selain menyamakan apa yang dalam benak itu, menjadi kenyataan di luar diri kita, menjadi realitas di luar atau lingkungan kita. Jadi di sini Anda bertindak sesuai dengan diri masa depan yang Anda inginkan, bukan berdasarkan diri Anda yang lama. Anda harus menyelaraskan visi Anda di masa depan yang Anda inginkan, bukan berpatokan pada masa lalu yang tidak relevan dengan diri Anda yang baru.

5.       Ulangi proses itu secara kontinu, berkesinambungan dan lepaskan, serahkan. Asumsi kecil yang dilakukan terus menerus dan membuahkan hasil, akan mengundang ke asumsi yang lebih besar yang bisa Anda wujudkan.

Dalam menerapkan lima langkah ini Anda harus benar-benar yakin bawah asumsi Anda yang berupa mimpi atau goal atau rencana atau keinginan Anda atau apapun itu, bakal menjadi suatu kenyataan atau realitas Anda di waktu yang tepat. Anda harus yakin 100 persen, bahwa asumsi itu pasti menjadi kenyataan. Keyakinan yang setengah-setengah tidak akan mengubah apa pun selain bertambahnya keraguan. Inilah pentingnya memulai berasumsi yang kecil-kecil terlebih dahulu. Bila Anda sudah berhasil dengan asumsi kecil, Anda menjadi lebih percaya diri dan pada dasarnya impian sebesar apa pun pasti bisa diwujudkan. Dan bagi Semesta tidak ada bedanya asumsi besar dan kecil, tidak ada kesulitan untuk mewujudkannya. Semuanya tergantung sampai di mana keyakinan dan keahlian kita dalam mewujudkan asumsi.

***

Share:

MENYEMBUHKAN MASA LALU

 


Setiap dari kita pasti pernah mengalami masa lalu yang sangat tidak mengenakkan, atau bisa dalam artian menyakitkan. Entah itu ditinggal orang tua tercinta atau anggota keluarga tercinta, dibuly orang, bisnis bangkrut, di-PHK atau diberhentikan kerja, hubungan cinta yang kandas, dikhianati teman, dan lain-lain.

Adakalanya masa itu sangat menyakitkan dan sangat sulit diatasi. Kita tenggelam dalam kekalutan, keruwetan dan kegelisahan, bahkan memakan waktu beberapa tahun.

Lalu mengapa hal ini bisa terjadi. Menurut David R. Hawkins, dalam bukunya “Letting Go”, bahwa mengapa masa lalu yang menyakitkan itu sulit sembuh dan memakan waktu yang lama, dikarenakan kita tidak mau melepaskannya. Seandainya saja kita melepaskan peristiwa yang membuat kita sakit, maka akan lebih mudah kita terlepas dari jeratan sakit ini.

Melepaskan yang dimaksud DR. Hawkins adalah, merelakan, atau memasrahkan dan membiarkan hal itu terjadi kepada kita tanpa memodifikasi hal itu dan memaksakan menjadi sesuatu yang kita inginkan. Biarkan saja itu terjadi, dan kita hanya mengamati tanpa memodifikasi. Ketika kita melepaskannya, maka akan lebih cepat pula penyembuhan itu, dan bahkan kita akan lebih kuat dari sebelumnya. Alih-alih kita bertanya kepada diri, “Mengapa ini semua bisa terjadi pada saya, apa salah saya?”, kita lebih baik menanyakan, “Apa yang dapat saya pelajari dari ini semua?”

Dengan kita menanyakan hal ini kepada diri sendiri, ini akan membuat kita lebih kuat, lebih dewasa, dan lebih mengerti akan memaknai hidup, dan melangkah lebih maju lagi menuju keberhasilan dan kebahagiaan.

Salah satu contoh misalnya, ketika kita enak-enak dan nyaman bekerja di perusahaan dan sudah bertahun-tahun, tiba-tiba saja kita di-PHK dengan alasan dari pihak perusahaan, bahwa perusahaan sedang mengalami krisis keuangan misalnya. Bukan hanya itu, kita hanya dikasih uang PHK untuk bertahan satu-dua bulan. Maka kita sangat sakit dibuatnya. Dalam batin kita berontak, kita melakukan perlawanan. Kita tidak rela hal itu terjadi pada kita. Alih-alih mengatakan, “Mengapa saya di-PHK? Mengapa hidup saya begini?”, cobalah katakan, “Apa yang dapat saya ambil pelajaran dari ini semua?” pertanyakan terus hal ini kepada batin Anda.

Pertanyaan ini sangat memberdayakan sehinggalah kita menemukan jawaban, “Oh, sepertinya aku akan menemukan pekerjaan yang jauh lebih layak dari yang kemarin. Kemarin aku bekerja memakai sistem shift malam dan siang bergantian, itu sangat mengganggu kesehatanku. Mungkin Tuhan akan menempatkan aku pada pekerjaan yang bagus buat kesehatanku dan keluargaku, atau mungkin Tuhan akan menemukan padaku peluang berwirausaha sehingga aku menjadi seorang pebisnis yang sukses.”

Hal ini pernah terjadi kepada saya. Saya adalah seorang berkelulusan Perguruan Tinggi Negeri, namun bertahun-tahun lamanya tidak mendapat pekerjaan di perusahaan. Tentunya stres, malu kepada keluarga di kampung, minder dengan teman-teman yang sudah pada maju. Melamar pekerjaan selalu saja ditolak. Saya mengakuinya karena IPK saya memang di bawah rata-rata. Dengan keadaan itu untuk bertahan hidup, saya bekerja serabutan apa saja yang bisa menghasilkan uang sekedar untuk makan. Sampai saya menikah dan punya anak kehidupan saya masih belum berubah. Hingga pada akhirnya saya banyak memiliki relasi teman-teman kuliah dulu, dan dari sana saya mendapatkan peluang pekerjaan dan akhirnya sekarang saya punya perusahaan yang walaupun kecil hanya ada beberapa karyawan saja, kehidupan saat ini sangat jauh lebih baik ketika saya bekerja serabutan dahulu.

Kembali kepada penyembuhan masa lalu yang suram, bahwa menurut DR. Hawkins, semua itu bisa disembuhkan dengan cara melepaskan, merelakan, membiarkan hal itu terjadi tanpa ada sedikitpun perlawanan. Semakin kita melawan, misalnya tidak rela kita di-PHK, atau diputus pasangan, semakin sakit dan lama penyembuhan terjadi. Lepaskan..lepaskan... dan lepaskan...

Anda bukan perasaan Anda, Anda bukan pikiran Anda. Ketika perasaan sakit atau tersakiti itu muncul, menurut DR. Hawkins, akan menimbulkan ribuan bahkan jutaan pikiran. Satu perasaan bisa menghasilkan jutaan pikiran dalam benak kita. Inilah yang membuat perasaan sakit, lahir jutaan pikiran-pikiran negatif. Jadi untuk menanganinya fokus pada perasaan itu sendiri. Dan kemudian lepaskan, dan jangan dimodifikasi. Perasaan sakit... ya biarkan saja Anda sakit, jangan melawan. Sekali lagi Anda bukan perasaan dan pikiran Anda. Biarkan perasaan dan pikiran itu dan Anda cukup mengamati semua itu. Dan membiarkan mereka pergi berlalu begitu saja. Ini akan sangat lebih mudah sakit itu sembuh.

Salah satu membiarkan perasaan dan pikiran negatif yang muncul itu adalah dengan mengalihkan ke perasaan dan pikiran kepada sesuatu hal yang lain dan lakukan terus menerus setiap perasaan dan pikiran itu datang. Mengalihkan itu bukan melawan atau tidak terima, namun lebih ke arah mengalihkan fokus kepada sesuatu hal yang membuat Anda lebih baik. Alih-alih Anda merasa tertekan dengan PHK, alihkan dengan merasakan senangnya bila berwirausaha walaupun memulai dengan hal kecil, waktu tidak diatur-atur, kita lebih bebas dan santai, kita menjadi direktur usaha kita sendiri.

Mudah-mudahan artikel ini bermanfaat.

 

Share:

12 Juni 2025

HUKUM ASUMSI NEFILLE GODDARD

“KETIKA KITA BERULANG KALI MEMBAYANGKAN HIDUP KITA SEOLAH OLAH KEINGINAN KITA TELAH TERWUJUD, PIKIRAN BAWAH SADAR KITA TIDAK PUNYA PILIHAN SELAIN MENGANGGAP KEINGINAN ITU SEBAGAI SEBUAH KEBENARAN..”


"Anda harus menganggap kehidupan ideal yang Anda inginkan di masa depan, sebagai fakta kehidupan Anda saat ini. Anda bisa mendapatkan cita-cita, tentang apa yang Anda inginkan dengan menganggap cita-cita itu telah terwujud..."

Neville Goddard lahir di Barbados, 19 Februari tahun 1905, dan berpindah ke New York pada tahun 1922. Di New York Neville bekerja sebagai seorang pemain teater, namun kariernya tidak begitu cemerlang. Pada tahun 1933, iya bertemu dengan seorang spiritualis bernama Abdullah, yang kurang banyak diketahui tentang catatan keberadaannya.

Di situlah awal pemahaman barunya tentang kekuatan sebuah asumsi, Law of Assumption, yang dikenal saat ini, walaupun Neville tidak begitu menyatakan secara eksplisit lengkap hukum ini.

Saat itu, Neville ingin sekali menghabiskan malam liburan natal bersama keluarganya di Barbados, tempat kelahirannya. Namun Neville tidak memiliki cukup uang untuk pulang ke kampung halamannya. Kemudian Abdullah berkata kepada Neville, “Hiduplah seolah-olah kamu sudah berada di sana, berjalan-jalan mengelilingi kota, dengan perasaan dan segenap pikiran yang hadir di sana.”

Abdullah meyakinkan Neville Goddard untuk terus konsisten melakukannya. Berasumsi bahwa ia benar-benar melakukan perjalanan dengan tiket kapal kelas 1, menuju kampung halamannya dan berkumpul bersama keluarganya.

Suatu pagi di bulan Desember sebelum kapal terakhir berangkat dari New York ke Barbados, Neville mendapatkan sebuah surat berasal dari saudara jauhnya lengkap dengan uang lima puluh dolar dan tiket kapal untuk berlayar ke Barbados. Neville sangat kaget dan bahagia luar biasa. Namun yang mengganjal di hati Neville adalah, tiket itu ternyata kelas 3. Sedangkan yang ia bayangkan adalah tiket kelas 1 sebagaimana yang Abdullah katakan. Hal itu kemudian disampakan kepada Abdullah temannya. Abdullah membantah keras dengan berkata, “Tidak. Kamu pulang dengan tiket kelas 1, bahkan saya sudah melihat kamu seolah sudah berada di sana bersama keluargamu.”

Ketika jadwal hari keberangkatan kapal tiba, Neville berangkat ke pelabuhan. Sesampai di sana, ketika Neville memberikan tiket ke penjaga, penjaga tiket memberitahu Nevllle bahwa tiket kelas 3 sudah penuh, dan yang sudah terlanjur memesan tiket kelas 3 dialihkan ke kelas 1. Kembali Neville terkejut, bahwa asumsinya dan apa yang dikatakan Abdullah ternyata benar-benar menjadi kenyataan.

 

“Ketika kamu membuat keputusan, maka alam semesta akan bersatu padu untuk mewujudkan sehinggalah keputusan itu berubah menjadi KENYATAAN.”

-          Emmerson –

 

Sejak saat itulah Neville Goddard semakin mendalami ilmu tentang Hukum Kekuatan Asumsi. Neville sering diundang di berbagai acara di beberapa tempat.

Suatu hari Neville mengisi seminar di suatu kota. Karena semua peserta sangat tertarik dan antusias dengan seminar itu, mereka ingin Neville mengadakan lagi pertemuan lanjutan. Namun Neville memberikan syarat untuk mengikuti pertemuan lanjutan, yaitu setiap peserta harus lulus dua (2) syarat. Syaratnya adalah Barang siapa yang bisa lulus dari dua tantangan ini dalam dua minggu ke depan, maka berhak untuk mengikuti pertemuan lanjutan. Dua Tantangan itu adalah eksperiman sebuah tangga.

Tantangan pertama, “Siapa pun yang dalam dua minggu berhasil menaiki tangga, berhak mengikuti pertemuan lanjutan.” Neville menjelaskan kepada semua peserta, sebelum tidur dan setelah bangun tidur, harus membayangkan sebuah tangga, dan menaikinya dari bawah ke atas. Merasakan saat tangan dan kaki menyentuh tangga. Setelah di atas, kemudian turun kembali dan dilakukan secara perlahan. Rasakan seolah-olah kaki benar-benar menginjak anak tangga satu persatu. Visualisasi tersebut harus dilakukan selama beberapa hari.

Tantangan kedua. Menulis sebuah kata-kata di kertas, “Saya tidak akan menaiki tangga”, dan di tempelkan di dinding kamar tidur dan di dinding lain serta tempat-tempat yang mudah terlihat. Yang dimaksud Neville adalah, tulisan ini menegaskan bahwa agar peserta tidak menyengaja menaiki tangga. Karena kalau menyengaja, sangat mudah sekali yaitu tinggal membeli atau meminjam tangga dan menaiki dan kemudian turun kembali.

Salah satu peserta menceritakan pengalamannya, bahwa saat itu dia mendapatkan tantangan ini ketika Neville datang ke kotanya dan memberikan tantangan ini. Ketika melakukan visualisasi, Neville menjelaskan untuk memejamkan mata, dan merasakan tangan memegang sisi tangga dengan begitu jelas, Peserta ini menjalankan apa yang di sarankan oleh Neville Goddard semuanya. Namun tidak begitu berasumsi berlebihan.

Hingga pada suatu hari, ibunya meneleponnya untuk datang ke rumah. Ketika sampai di rumah, ayahnya sedang memperbaiki atap rumah, dan meminta tolong kepadanya untuk membawakan cat ke atas dengan menggunakan tangga. Kemudian dia menaiki tangga, dan saat dia turun ke bawah dia tersadar dan ingat tulisan bahwa dia tidak akan menaiki tangga. Ternyata, visualisasinya benar-benar menjadi kenyataan tanpa dia menyengaja sama sekali.

 “JIKA ANDA YAKIN SESUATU AKAN TERJADI, KEMUNGKINAN BESAR HAL ITU AKAN TERJADI. JIKA ANDA BERASUMSI BAHWA HAL-HAL BAIK AKAN TERJADI, MAKA ANDA AKAN MELIHAT HAL-HAL BAIK TERJADI DALAM HIDUP ANDA.”

Eksperimen kecil ini hanyalah contoh dan latihan. Anda bisa bereksperimen ke yang lebih besar seterusnya sesuai dengan keyakinan Anda.

Share:

11 Juni 2025

MENGAPA KITA HARUS PUNYA MIMPI?

MENGAPA KITA HARUS PUNYA MIMPI?

Mimpi adalah energi. Tanpa mimpi, kita seperti tidak punya energi. Tanpa mimpi, hidup kita tidak akan berkembang. Tanpa mimpi dunia tidak akan maju hingga saat ini.

Perhatikanlah hal berikut ini. Kursi yang Anda duduki, adalah hasil mimpi atau buah pikiran seseorang. Mobil yang Anda kendarai adalah hasil imajinasi seseorang sebelum mobil itu ada. Komputer yang Anda pakai saat ini, adalah hasil mimpi seseorang beberapa puluh tahun sebelum saat ini. Ponsel yang Anda gunakan saat ini, adalah buah mimpi jenius seseorang sebelum ponsel itu ada. Begitu juga dengan berbagai hal yang saat ini ada, sebelum ini sama sekali tidak ada, adalah buah mimpi dari orang-orang sebelum barang itu ada.

Orang yang tidak punya mimpi adalah orang yang tidak suka dengan kemajuan diri sendiri, padahal dia sendiri menikmati kemajuan orang lain. Orang yang tidak punya mimpi adalah orang yang tidak punya semangat untuk hidup. Ketika ditanya, “Apa mimpimu?” dia malah bertanya kembali dengan bingung, “Apa ya... kayaknya saya gak punya mimpi, saya begini begini saja sudah cukup.”

Bermimpi bukan bermakna tidak bersyukur dengan pencapaian yang sudah didapat sejauh ini. Justru orang yang selalu bermimpi besar adalah orang yang sangat bersyukur. Mengapa dia seolah tidak puas dengan mimpi yang sudah dicapai?

Pendek katanya begini. Seseorang itu, kalau dia tidak maju, pasti akan mundur ke belakang. Tidak ada istilahnya diam. Kalau tidak maju, ya mundur... contohnya seseorang yang menjalankan sebuah bisnis. Dia merasa sudah cukup dengan bisnisnya itu, tanpa belajar memperbaiki diri, tanpa menambah ilmu pengembangan dan pengalaman lain, egois, tanpa mempelajari kemajuan jaman dan lain-lain, maka bisnisnya itu lama kelamaan akan redup dan ketinggalan zaman dan akhirnya mengalami kemunduran dan disalip oleh bisnis serupa yang lebih maju.

Bermimpi bukan soal tidak bersyukur. Bermimpi adalah kemajuan. Bermimpi adalah tantangan. Bermimpi adalah ungkapan syukur, atas pencapaian mimpi dan bermimpi lagi yang lebih menantang. Mimpi adalah bentuk kemajuan, yang bukan saja hasilnya bermanfaat untuk dirinya, tapi juga bermanfaat kepada manusia lain.

Contoh sederhananya misalnya, seseorang bermimpi mempunyai sebuah pabrik dengan karyawan 50 orang dan pendapatan 3 milyar rupiah per bulan. Setelah mimpi itu tercapai. Dia bersyukur dengan pencapaian itu. Dia bersyukur banyak orang mendapatkan pekerjaan, dan tentunya mengurangi beban pemerintah mengatasi pengangguran. Kemudian dia bermimpi lagi ingin mendirikan cabang di kota lain dengan jumlah karyawan dan omset serupa. Dengan adanya mimpi berikutnya, dia menebar manfaat bagi banyak orang. Semakin banyak mimpi tercapai, semakin banyak orang lain mendapatkan manfaatnya.

Inilah pentingnya selalu memiliki mimpi dan lanjut ke mimpi yang lain bila mimpi saat ini telah tercapai. Sekali lagi mimpi adalah tantangan, memiliki mimpi adalah memiliki tantangan yang harus dilewati.

 

TIDAK MEMILIKI MIMPI, HIDUP AKAN CEPAT BOSAN

Teruslah bermimpi. Dan selalu bersyukur. Salah satu bersyukur adalah, dengan melanjutkan mimpi yang lebih besar dari sebelumnya. Artinya, tantangan yang lebih besar dari sebelumnya. Bila kita tidak punya tantangan. Hidup kita akan cepat bosan. Hidup kita seperti berdiri atau jalan di tempat. Pastinya kita akan bosan. Seolah hidup tidak punya kegiatan. Bagi para pemimpi, berpindah dari mimpi satu ke mimpi yang lain, adalah berpindah dari tantangan satu ke tantangan lain, adalah hiburan hidup yang perlu dinikmati.

 

MIMPI HARUS MEMBAWA MANFAAT BAGI DUNIA

Bermimpi diniatkan bukan untuk kepentingan pribadi semata, namun untuk membuat perbedaan pada dunia. Misal satu kawasan di daerah Anda hanya ada 3 orang yang kaya raya dan suka berderma. Sementara Anda ingin seperti mereka. Anda bermimpi menjadi orang kaya di daerah Anda, maka ketika mimpi itu tercapai, jelas Anda membuat perbedaan pada dunia. Anda menambahkan daftar satu orang kaya dan dermawan pada dunia. sekalipun hanya bertambah satu orang, Anda tetap membuat perbedaan.

 

MIMPI MEMBAWA KEMAJUAN DUNIA

Bayangkanlah kursi yang Anda duduki saat ini. Ia adalah buah imajinasi mimpi seseorang, ia adalah buah pikiran seseorang. Komputer yang Anda gunakan saat ini, adalah hasil mimpi seseorang sebelum ada. Mimpi seseorang benar-benar bisa mengubah dunia, bisa membuat kemajuan pada dunia. Bayangkan bila tidak ada komputer saat ini. Dengan roda kehidupan yang semakin komplek saat ini, sangat sulit melakukan sesuatu tanpa bantuan komputer atau pemrograman.

Bayangkan juga ketika Anda naik pesawat. Pesawat adalah hasil imajinasi mimpi seseorang sebelum itu ada. Dahulu sebelum ada pesawat, orang muslim dari negara yang jauh dari Arab, naik haji dengan menggunakan kapal laut atau transportasi darat dengan memakan waktu yang cukup lama di perjalanan. Saat ini hanya ditempuh beberapa jam saja dan itu sangat membawa manfaat yang luar biasa.

 

MULAILAH BERMIMPI SAAT INI JUGA!

Mulailah bermimpi saat ini juga! Kalau tidak sekarang, kapan lagi Anda akan bermimpi? Kapan Anda akan membuat kemajuan. Mulailah bermimpi dengan mimpi yang kecil terlebih dahulu. Misal saat ini Anda berjualan keliling. Cobalah bermimpi punya toko sendiri di pinggir jalan yang strategis. Kuatkan tekad bahwa Anda bisa mencapainya. Apa pun caranya selagi tidak merugikan orang lain dan halal, Anda akan menempuhnya dengan semangat.

KEMUNDURAN ADALAH BATU LONCATAN

Ketika Anda mengarungi mimpi, pastinya selalu ada sandungan, selalu ada rintangan, selalu ada tantangan, selalu ada hambatan, yang membuat Anda mundur sejenak. Tidak apa mundur. Kemunduran adalah persiapan untuk meloncat lebih jauh dari yang saat ini. Tetaplah semangat dan bertanya ketika ada kemunduran, “Apa yang saya pelajari dari ini?” dengan begitu Anda semakin belajar mempelajari banyak hal, belajar dari kegagalan, dan mempersiapkan segala sesuatu, strategi baru, ide baru, ilmu baru, dan lain sebagainya.

 

MEMBACA BUKU

Bacalah buku. Karena buku adalah panduan Anda untuk mewujudkan mimpi. Mimpi Anda adalah bibit tanaman yang Anda tanam dalam tanah yang subur. Bagaimana cara merawatnya, bagaimana cara memberi pupuk yang tepat dan membasi hama hingga bibit itu menjadi tanaman yang kuat menjulang ke atas permukaan tanah dan menghasilkan buah, dan menjaga buah dari predator, semuanya ada di dalam buku. Orang-orang sukses di dunia semuanya membaca buku.

 

MENCARI MENTOR

Semua jago-jago silat, petarung tangguh, atau seorang kesatria, memiliki guru yang hebat di  belakangnya. Begitu juga dengan orang-orang sukses di dunia, mereka memiliki guru atau mentor untuk membimbing mereka untuk mewujudkan mimpi. Carilah mentor yang menurut Anda sudah memiliki apa yang Anda inginkan, sehingga Anda pun bisa berada di posisi mereka saat ini.

****

Share:

10 Juni 2025

JANGAN CERITAKAN KEPADA SIAPAPUN TENTANG MIMPI ATAU RENCANA ANDA

 


JANGAN CERITAKAN KEPADA SIAPAPUN TENTANG MIMPI ATAU RENCANA ANDA

 

Kesuksesan mencintai kesunyian. Layaknya seekor harimau yang sedang mengincar mangsa, adakah dia teriak-teriak, mengaung di dekat mangsanya? Tentunya tidak bukan? Dia merayap perlahan nyaris tak bersuara, bahkan dia sangat berhati-hati melangkah, sebisa mungkin tidak ada rumput yang bergoyang. Sampai pada waktu ketika mangsanya sudah berada dalam jangkauan, dia menyergap dengan sangat cepat, dan akhirnya berhasil.

Begitu juga dengan kesuksesan atau mimpi Anda, atau Rencana Anda, atau Goal Anda, apa pun itu. Anda tidak boleh berbicara kepada siapa pun. Ini bukan masalah rahasia, tapi ini adalah strategi. Mimpi Anda masih sangat rentan di awal. Mimpi Anda ibarat benih yang di tanam di dalam tanah. Anda hanya perlu menyiramnya setiap hari dan tidak perlu diganggu. Benih di dalam tanah memerlukan kesunyian untuk tumbuh, memperkuat akar. Sampailah waktunya dia muncul dari permukaan tanah, dan tumbuh berkembang menjadi pohon yang besar dan gagah, dan menghasilkan buah yang bagus untuk dipanen.

Jika Anda mengatakan rencana Anda kepada orang lain terlalu dini, Anda sama saja membocorkan energi mimpi untuk tumbuh menjadi pohon yang kuat. Mimpi tidak memerlukan validasi atau pengakuan dari orang lain. Semakin Anda mencari pengakuan dari orang lain, semakin mimpi itu terganggu untuk tumbuh. Semakin Anda menyampaikan rencana Anda pada orang lain, semakin banyak mereka memberikan gangguan kepada Anda. Salah satu gangguan yang dimaksud adalah mereka memberikan ide atau tanggapan terhadap rencana atau mimpi Anda yang berseberangan dengin visi Anda, membuat Anda jadi ragu, banyak pertimbangan, dan kehilangan momentum.

Semakin Anda berbicara tentang mimpi Anda kepada orang lain, semakin hilang energi yang seharusnya Anda gunakan untuk mewujudkan mimpi itu.

Dengan Anda merangkul kesunyian, Anda membangun momentum, dan mimpi Anda semakin tumbuh ibarat benih yang tumbuh dari dalam tanah. Dengan Anda sibuk mencari validasi atau mengumumkan mimpi atau rencana Anda, Anda merusak benih yang sedang tumbuh. Benih yang baru tumbuh sangat rentan terhadap gangguan.

Begitu juga mimpi Anda di awal, sangat rentan dipengaruhi oleh ide atau tanggapan orang lain. Anda menjadi tidak percaya diri, yang kemudian Anda membatalkan atau tidak meneruskan mimpi yang sedang tumbuh. Atau ada saja halangan datang yang menghambat mimpi Anda untuk tumbuh.

Melangkah dengan kesunyian, artinya Anda fokus. Fokus dengan mimpi Anda dapat mengikis segala gangguan yang dapat menghancurkan mimpi Anda. Semakin Anda fokus, semakin mudah mimpi itu terwujud.

Para tokoh-tokoh dunia, baik penemu, orang-orang kaya di dunia, para saintis, mereka bekerja di awal dalam diam. Tidak ada orang yang tahu. Sampai akhirnya semua orang terkejut apa yang sudah mereka capai. Yang dapat kita petik di sini adalah, yang paling penting adalah “HASIL”.

HASIL berbicara tanpa menggunakan kata-kata dan kegaduhan. Ibarat pohon tadi yang sudah menghasilkan buah yang manis. Anda tidak perlu bercerita kepada orang lain. HASIL adalah senjata marketing ampuh untuk pengumuman pada dunia. Anda tidak perlu membayar iklan untuk mengumumkan. Anda tidak perlu keliling dunia untuk mempromosikannya. Dunia atau orang di sekitar Anda minimalnya, akan mengetahui sendiri HASIL yang Anda perolah dari upaya Anda bekerja dalam diam selama ini.

 


Share:

09 Juni 2025

UCAPAN MENINGGALKAN KESAN


UCAPAN SELALU MENINGGALKAN KESAN

Ada hukum yang menyatakan bahwa, “Apa pun yang diungkapkan selalu meninggalkan kesan.”

Brian Tracy mengatakan, “Saat Anda mengatakan sesuatu yang meningkatkan harga diri dan rasa percaya diri orang lain, secara otomatis juga meningkatkan rasa percaya diri Anda. Dengan membuat orang lain merasa bahagia dan positif. Anda pun merasa bahagia dan positif. “

Bicara positiflah pada diri sendiri sepanjang waktu, sehingga saat menghadapi perubahan dan kegagalan yang tidak terduga, pikiran alam bawah sadar Anda siap untuk pulih, lebih cepat pulih. Sama seperti pohon bambu. Anda akan menghadapi pukulan awal, kemudian segera pulih.

Bicaralah pada diri sendiri; Saya bisa melakukannya. Saya bisa melakukannya. Saya bisa melakukannya. Dan jika adan orang lain yang sedang ragu, katakan padanya, Anda bisa melakukannya. Ketahuilah bahwa banyak kehidupan orang bisa berubah karena ucapan orang lain terhadapnya. Dan Anda pun bisa melakukannya.

Setiap kali ada orang datang melayani kita, misal pelayan di restoran membawakan makanan dan minuman kepada Anda, katakan, “Anda hebat, pelayanan Anda hebat. Pasti Anda akan menjadi orang sukses di masa mendatang.” Kata kata ini membawa dampak positif pada orang itu dan masuk ke alam bawah sadar nya dan membuat dia percaya diri dan yakin suatu saat dia akan sukses sebagaimana yang kita katakan padanya.

Ada seseorang yang datang menemui Brian Tracy, “Saya pernah bertemu Anda saat seminar di Kansas City. Saat itu hidup saya kacau. Sekarang, kehidupan saya sangat baik. Saya menjalankan bisnis sendiri dan saya punya rumah bagus bersama keluarga. Hidup saya berubah karena Anda menyempatkan waktu untuk bicara, menulis, menelepon, dan mengirim pesan kepada saya. surat Anda masih saya simpan untuk saya lihat dan baca lagi, karena tidak seorang pun pernah mengatakan hal itu kepada saya.”

Menurut Brian Tracy, hukum timbal balik menyatakan semakin sering Anda mengatakan kepada orang lain bahwa mereka adalah orang baik, berarti semakin sering pula Anda mengatakan hal yang sama kepada diri sendiri. Demikian pula semakin Anda mengatakan hal positif kepada diri sendiri, semakin Anda terbiasa bicara positif kepada orang lain.

 

Share:

KEKUATAN SELF-TALK (BERBICARA PADA DIRI SENDIRI)



KEKUATAN BERBICARA PADA DIRI SENDIRI (Selft-Talk)

Menurut Brian Tracy, satu prinsip sederhana yang mengubah hidupnya secara menyeluruh adalah berbicara positif dan yakin kepada diri sendiri bahwa masa depan dan potensi diri tidak terbatas. Sebanyak 95% emosi ditentukan oleh bagaimana kita berbicara dalam batin selama menjalani hari. Apa yang Anda pikirkan sepanjang waktu membentuk diri Anda. Anda menjadi versi diri yang Anda katakan dalam batin sepanjang waktu.

Bagaimana Anda berbicara tentang diri sendiri dalam batin? Perlu Anda ketahui bahwa pengaturan default otak manusia adalah melihat diri sendiri secara negatif. Pikiran seperti dipenuhi oleh kekhawatiran, kecemasan, ketakutan, keraguan, sedih, duka cita, pikiran ini selalu terngiang ngiang dan menghambat laju perkembangan diri kita. Contohnya adalah, “Saya tidak bisa”, “Saya tidak mampu”, “Saya selalu sakit”, “Saya tidak bisa sembuh” dan lain-lain. Ini masuk ke alam bawah sadar kita sehinggalah memang kita menjadi tidak bisa, tidak mampu, tidak sehat, membentuk apa ya kita ucapkan. Kita jarang melatih otak kita untuk memikirkan apa-apa yang kita inginkan.

Lantas, bagaimana kita memilih secara sengaja untuk mengatakan pada diri kita sendiri dengan kata-kata yang positif, bahwa saya bisa, saya mampu, saya pasti berubah, saya pasti sembuh, saya sehat, saya pasti bisa mencapai hal yang saya inginkan, saya menemukan hal-hal baru, saya jadi hobi membaca, saya menemukan lingkungan baru yang mendukung perkembangan saya, saya pasti bakal kaya, saya pasti punya perusahaan, saya pasti punya rumah impian, saya selalu bahagia setiap waktu, saya selalu tenang dalam kondisi apa pun, saya pasti bisa melewati rintangan saat ini, saya pasti mendapat peluang, saya bakal menemukan relasi yang membantu kemajuan bisnis saya, saya mencintai diri sendiri, saya sangat kasih pada diri sendiri, saya mampu disiplin sebagaimana orang sukses, saya pasti sukses, saya pasti meraih keberhasilan, saya pasti meraih mimpi-mimpi saya dengan mudah, saya suka menolong orang lain, saya tidak sulit berbagi, saya pemurah, saya penyayang, saya selalu berhasil mendapatkan apa yang saya inginkan. Semuanya tinggal masalah waktu, semuanya akan datang pada waktunya ketika saya sudah siap.. Semuanya itu bisa kita lalukan dengan selalu latihan berkata seperti itu terus menerus pada diri sendiri. Apa yang kita ucapkan menarik segala sesuatu, membentuk siapa diri yang kita inginkan. Ini adalah hukum alam. Ketika terbersit kita mengatakan pada diri sendiri, “Saya tidak bisa”. Lalu marahlah pada diri sendiri dengan membatah, “Saya bisa, saya bisa melakukannya”. Ketika terbersit kecemasan akan kegagalah, alih alih mengatakan, “Saya takut gagal”, ubahlah dengan, “Saya pasti berhasil, ini bukan kegagalan, tapi batu loncatan untuk saya semakin kuat, untuk saya melompat ke depan lebih jauh lagi.”

Kata-kata pada diri sendiri adalah kekuatan super yang membentuk Anda menjadi pribadi yang Anda inginkan di masa mendatang. Apa yang Anda ucapkan dan lakukan saat ini, membentuk Anda di 5 tahun ke depan, 10 tahun ke depan dari saat ini, dan seterusnya. Anda akan menjadi orang yang berbeda dari 5 atau 10 tahun yang lalu pada saat itu.

Selain berbicara positif pada diri sendiri, kita juga bisa membantu orang untuk mengatakan positif pada diri mereka sendiri, hal ini juga akan menjadikan bicara kita pada diri sendiri menjadi semakin kuat dan semakin membentuk diri yang kita inginkan. Orang lain juga yang kita sarankan untuk berbicara positif pada dirinya sendiri, akan juga membentuk diri mereka sesuai perkataannya.

 Jual beli barang bekas: Ngedeal.co.id

Jual beli rumah: juaru.com

 







Share:

Pengunjung

BTemplates.com

Cari Blog Ini

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

5 LANGKAH MANIFESTASI APAPUN DENGAN HUKUM ASUMSI NEVILLE GODDARD

5 LANGKAH MANIFESTASI APAPUN DENGAN HUKUM ASUMSI NEVILLE GODDARD Imajinasikan, asumsikan bahwa Anda dapat memanifestasikan keinginan Anda ...